Manfaatkan Limbah Batok Kelapa Jadi Produk Kreatif

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Kreativitas bisa datang dari mana saja. Termasuk dari limbah batok kelapa muda, yang selama ini hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan. Hal tersebut ditunjukkan dengan menjadikan limbah tersebut sebagai kerajinan tangan, khususnya pot bunga dan kap lampu.

Bagi Siswo, profesi sebagai pedagang buah kelapa muda sudah dilakoninya selama bertahun-tahun. Selama itu pula, limbah kelapa hanya dibuang begitu saja sebagai sampah dan tidak dimanfaatkan.

“Sehari-hari saya berjualan kelapa muda, kebetulan juga ada warung makan di sebelah tempat saya berjualan. Jadi, sekalian melayani pembeli di warung tersebut kalau ingin minum kelapa muda,” paparnya, saat ditemui di sela berjualan di kawasan Lamper Kidul, Kota Semarang, Rabu (27/1/2021).

Manfaatkan limbah batok kelapa muda, menjadi kerajinan tangan berupa pot bunga atau tanaman, hingga kap lampu. –Foto: Arixc Ardana

Diakuinya, selama ini kelapa muda yang sudah dikonsumsi dan diambil daging buahnya hanya dibuang dan menjadi sampah. Hingga suatu ketika dirinya bertemu dengan salah seorang guru yang menjadi konsumennya.

“Pak guru itu tanya kepada saya. ‘Kenapa limbah kelapa muda ini tidak dimanfaatkan? Daripada hanya dibuang menjadi sampah dan mengotori lingkungan, limbah tersebut dapat diolah menjadi kerajinan tangan.’ Hal tersebut kemudian saya wujudkan dengan membuat pot bunga dari limbah batok kelapa,” terang pria paruh baya tersebut.

Dipaparkan, limbah batok kelapa muda relatif lebih mudah dibentuk dibandingkan dengan kelapa tua. Namun di satu sisi, juga lebih mudah patah, sehingga paling memungkinkan untuk dibuat pot bunga atau tanaman.

Untuk membuat satu pot, Siswo mengaku membutuhkan 2-3 batok kelapa utuh yang kemudian dipotong-potong sesuai kebutuhan.

“Prosesnya, limbah kelapa muda seluruh sabutnya dikupas sehingga hanya meninggalkan batok. Kemudian dijemur hingga kering, baru kemudian dipotong sesuai kebutuhan. Potongan batok kelapa tersebut selanjutnya dirangkai menjadi pot tanaman,” jelasnya.

Tidak hanya itu, jika penggunaannya dibalik, bagian atas diubah menjadi di bawah, pot bunga dari limbah batok kelapa tersebut dapat berubah fungsi menjadi kap lampu.

“Minat pembeli cukup banyak, khususnya untuk pot bunga atau tanaman, karena di sepanjang jalan ini juga banyak penjual tanaman hias. Selain bisa untuk pot duduk, juga bisa untuk pot gantung,” tandas Siswo.

Dirinya mengaku senang, sebab limbah kelapa muda yang sebelumnya hanya dibuang, kini dapat dikreasikan dan menjadi barang bernilai ekonomis. Untuk satu pot bunga dari bahan batok kelapa tersebut dihargai Rp20 ribu.

Sementara, salah seorang pembeli, Ika Upaya, mengaku tertarik dengan pot bunga dari batok kelapa tersebut, selain bentuknya unik, juga ramah lingkungan.

“Kebetulan saya punya tanaman anggrek di rumah. Nanti pot bunga batok kelapa ini mau saya gunakan untuk bunga anggrek. Kreasi pot ini bagus, karena bahannya dari alam, sehingga cocok buat anggrek yang media tanamnya dari serabut kelapa dan akar kadaka,” tandasnya.

bungaJatengKelapapotsemarang
Comments (0)
Add Comment