Nikmatnya Serabi Kocor Khas Bantul

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Nama kue serabi mungkin sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita. Kue yang terbuat dari tepung beras ini, selama ini begitu lekat dengan kota Solo atau Surakarta. 

Namun bagaimana dengan serabi kocor? Ya, bisa jadi, sampai saat ini masih banyak di antara kita yang belum pernah mendengar atau bahkan mencicipi kuliner tradisional satu ini.

Serabi kocor sendiri merupakan salah satu makanan khas yang banyak terdapat di wilayah Bantul Yogyakarta. Kuliner ini merupakan pengembangan dari kue serabi khas Solo.

Ngadinem tengah membikin serabi kocor, Jumat (15/1/2021). -Foto Jatmika H Kusmargana

Salah seorang pembuat serabi kocor khas Bantul adalah Ngadinem (55) warga Nyemengan Tirtonirmolo Kasihan Bantul. Bersama saudaranya, ia biasa berjualan serabi kocor di kawasan Jalan Bantul Km 6.

Ia mengaku sudah berjualan serabi kocor sejak tahun 1998 silam. Saat Indonesia masih dipimpin Presiden ke-2 RI, HM Soeharto.

Seperti halnya kue serabi pada umumnya, serabi kocor juga terbuat dari adonan tepung beras, santan serta garam. Dimasak dengan menggunakan cetakan kecil dari tanah liat. Serta tungku anglo berbahan kayu bakar.

“Adonan tinggal dimasukkan saja ke cetakan. Digoreng sangrai tanpa minyak. Jika sudah kecoklatan berarti sudah matang, tinggal diangkat saja,” katanya saat ditemui pada Jumat (15/1/2021).

Tak seperti serabi pada umumnya yang bisa langsung dimakan, serabi kocor dinikmati dengan cara yang berbeda. Dimana ada tambahan kuah yang terbuat dari gula merah serta santan.

Serabi kocor khas Bantul, Jumat (15/1/2021). -Foto Jatmika H Kusmargana

Kuah tersebut biasanya dituangkan atau dikucurkan ke atas kue serabi. Sehingga dari situlah nama kue serabi kocor muncul.

“Rasa ke serabi yang gurih akan bercampur dengan rasa manis yang ada pada kuah. Sehingga menimbulkan cita rasa yang khas dan berbeda,” katanya.

Buka mulai sore hingga malam hari, Ngadinem mengaku menjual satu piring kecil kue serabi kocor buatannya dengan harga Rp2500 saja. Setiap hari, banyak pelanggan yang datang ke kiosnya baik untuk dimakan di tempat atau dibawa pulang ke rumah.

“Dulu saat awal jualan harganya masih Rp500 perak. Yang jualan di sepanjang Jalan Bantul ini juga banyak ada belasan bahkan puluhan. Namun sekarang tinggal saya seorang saja,” pungkasnya.

bantulDIYkulinerSerabi KocorSolosurakarta
Comments (0)
Add Comment