Paket Baju Koko Plus Masker Laku Keras di Tengah Pandemi

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Tak selamanya pandemi Covid-19 menggerus dunia usaha. Hal ini dibuktikan oleh Pujianto, pemilik usaha Kaos Ngapak yang berhasil membuat terobosan baru produksi baju koko yang dilengkapi masker serta sajadah anti air.

Dalam uji coba produksi pertamanya sebanyak 140 potong baju koko, ludes terjual dalam jangka waktu hanya dua minggu. Penjualan paket baju koko ini murni mengandalkan pasar online.

“Kita produksi kemarin pertama 140 buah, rata-rata pemesanan 10 buah per hari, sehingga cepat sekali habis. Saat ini kita sedang mempersiapkan produksi kedua sebanyak 350 baju koko, jika nanti penjualannya bagus, maka akan kita tingkatkan lagi produksinya,” kata Pujianto, Selasa (12/1/2021).

Lebih lanjut Pujianto menjelaskan, ia memilih untuk full pemasaran online khusus produksi baju koko. Mengingat dalam situasi pandemi, belanja online menjadi alternatif pilihan banyak orang. Sepanjang barang yang dijual sesuai dengan yang dipromosikan, maka diyakini pembeli akan puas dan penjualan akan terus meningkat.

Terkait ide pembuatan baju koko ini, Pujianto bercerita, awalnya dilatarbelakangi bisnis penjualan kaos khas Banyumas yang mengalami penurunan omset penjualan karena kunjungan wisata juga turun drastis. Ia pun memutar otak untuk merambah bisnis lain yang dibutuhkan di tengah pandemi. Hingga akhirnya dipilih untuk memproduksi baju koko yang dilengkapi masker dan sajadah anti air.

“Kalau baju muslim untuk perempuan sudah banyak yang produksi dan dilengkapi masker juga, sehingga kita pilih segmen yang untuk laki-laki, karena kelihatannya belum banyak yang merambah ke sana,” tuturnya.

Sejauh ini pemasaran yang dilakukan hanya melalui media sosial, yaitu facebok dan IG. Dan untuk uji coba produksi pertama, seluruhnya terjual ke pasar di luar Pulau Jawa. Sajadah anti air terbuat dari kain parasut, sedangkan untuk baju koko menggunakan bahan katun stretch. Harga satu paket baju koko, masker dan sajadah anti air dibandrol Rp 295.000.

Mendekati bulan puasa nanti, Pujianto berencana akan memperbanyak produksi. Ia menargetkan bisa mencapai penjualan 1.000 paket baju koko.

“Kita lihat dulu dari produksi kedua ini, jika traffic penjualannya naik signifikan, maka bulan Ramadan nanti, produksi kita genjot sampai angka 1.000,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer Produksi, Citra mengatakan, pemesanan baju koko secara online sangat cepat. Dalam satu hari pemesanan bisa sampai lebih dari 10 buah.

“Untuk pengiriman kita pastikan aman sampai ke tangan pemesan, karena kepuasan pelanggan merupakan kunci utama dari pemasaran,” tuturnya.

Baju KokoBanyumasJatengMaskerPandemi Covid-19Purwokertosajadah
Comments (0)
Add Comment