Pasokan Gas Elpiji Bersubsidi Tersendat, Ganggu Aktivitas Nelayan

Redaktur: Satmoko Budi Samtoso

LAMPUNG – Sejumlah nelayan dan pelaku usaha perikanan di Teluk Betung ikut terdampak tersendatnya pasokan gas bersubsidi.

Rusmanto, salah satu nelayan tangkap dengan perahu bagan congkel menyebut, nelayan ikut kesulitan mendapat pasokan gas elpiji ukuran 3 kilogram. Sebagai gantinya nelayan terpaksa membeli gas elpiji ukuran 5,5 kilogram untuk melaut.

Tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram sebut Rusmanto menjadi konversi bahan bakar minyak ke gas. Bagi nelayan kecil bahan bakar gas (BBG) jadi pengganti bahan bakar minyak (BBM). Sebagian nelayan seperti dirinya memilih bahan bakar gas untuk memasak di atas kapal. Aktivitas melaut selama maksimal dua hari di laut sebutnya membuat gas elpiji sangat vital.

Pasokan gas elpiji yang langka di pengecer ukuran 3 kilogram atau gas melon membuat harga melambung. Semula gas melon di pengecer dijual Rp24.000 hingga Rp25.000. Namun sepekan setelah pasokan tersendat nelayan harus membeli dengan harga Rp27.000 per tabung. Ia memilih mengganti tabung gas subsidi ke nonsubsidi meski harga mencapai Rp80.000 per tabung.

“Nelayan mempergunakan tabung gas untuk cadangan konversi alat penggerak mesin sebagian untuk kebutuhan memasak selama melaut, sehingga stok gas elpiji bisa mencapai lima tabung gas ukuran 3 kilogram dan dua buah ukuran 5,5 kilogram sebagai cadangan,” terang Rusmanto saat ditemui Cendana News, Senin (4/1/2021).

Rusmanto bilang, sebagian nelayan memilih mencari tabung gas elpiji hingga ke luar wilayah. Nelayan yang sandar di pusat pendaratan Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung itu, bahkan memilih membeli di pangkalan. Pangkalan gas elpiji 3 kilogram dan 5 kilogram di SPBU Coco 21.351.05 menurutnya jadi rujukan warga. Meski demikian pembelian dibatasi satu tabung per orang.

Arman, salah satu warga di kampung nelayan gudang lelang menyebut, sejak sepekan warga kesulitan gas elpiji. Nelayan yang melaut dengan mengandalkan gas untuk mesin dan memasak sebutnya sulit mendapat tabung gas di pengecer. Harga di SPBU Coco 21.351.05 Jalan Hasanudin, Kangkung dijual seharga Rp18.000 per tabung.

“Kami sebagai nelayan kesulitan mencari tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram sehingga saat distributor memasok ke SPBU langsung diserbu pembeli,” cetusnya.

Pemilik warung eceran tabung elpiji 3 kilogram, Husin, menyebut nelayan kerap membeli hingga lima tabung. Pasokan tabung gas sebutnya sejak sepekan terakhir tersendat, imbasnya ia tidak bisa melayani konsumen.

Meski demikian pada awal pekan ini pendistribusian dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji mulai lancar. Ia akan mengecerkan tabung gas elpiji tersebut ke sejumlah warung untuk kebutuhan nelayan.

Husin bilang setiap pengecer mendapat tambahan kuota gas nonsubdisi. Pengecer yang menjual sebanyak 10 tabung gas ukuran 3 kilogram wajib menjual sebanyak 1 tabung Bright Gas ukuran 5,5 kilogram.

Sebagian nelayan sebutnya memilih ukuran lebih besar sehingga lebih awet. Waktu pemakaian selama sebulan dan lebih hemat kerap dipilih nelayan yang melaut.

“Nelayan saat ini memilih memakai gas elpiji karena lebih bersih, praktis dan awet untuk kebutuhan di atas perahu,” bebernya.

Lukman, salah satu pedagang ikan menyebut sejumlah nelayan sempat berhenti melaut. Sebabnya bahan bakar gas untuk keperluan di atas kapal sulit diperoleh.

Lukman (kaos merah) salah satu pedagang ikan di pasar gudang lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung melayani pembeli, Senin (4/1/2021) – Foto: Henk Widi

Tersendatnya pasokan gas elpiji menurutnya berimbas pasokan ikan laut berkurang di pasar gudang lelang. Sejak akhir tahun semua jenis ikan laut mengalami kenaikan Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

“Selain tingginya permintaan ikan laut, kenaikan sudah terjadi dari nelayan yang sulit mendapat gas elpiji,” bebernya.

Kebutuhan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dan 5 kilogram sebutnya untuk nelayan sangat vital. Meski demikian bagi sejumlah nelayan pengolah ikan asin dan teri rebus, bahan bakar memanfaatkan kayu.

Perebusan teri, ikan asin sebelum dijemur menggunakan kayu bakar sebutnya lebih hemat dan praktis. Tabung gas hanya digunakan nelayan produsen ikan teri, ikan asin untuk memasak air dan sayur.

elpijigashargaikanKonversiLampungnelayanperahusubsidiTabungTeri
Comments (0)
Add Comment