Penerapan PPKM, Kota Semarang tidak Batasi Wisatawan dari Luar Wilayah

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Kota Semarang masih melakukan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 25 Januari 2021 mendatang. Meski demikian, para wisatawan dari luar wilayah, tidak dibatasi untuk datang berkunjung ke berbagai obyek wisata yang ada di kota Lumpia tersebut.

“Selama pemberlakuan PPKM, tempat wisata di Kota Semarang juga mengikuti aturan yang berlaku. Jam operasional maksimal hingga pukul 21.00 WIB, harus sudah tutup. Tempat wisata seperti kafe, karaoke, spa, atau bar and lounge. Sedangkan obyek wisata, tidak terpengaruh karena pukul 17.00 WIB rata-rata sudah tutup,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari saat dihubungi di Semarang, Minggu (17/1/2021).

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari saat dihubungi di Semarang, Minggu (17/1/2021). -Foto Arixc Ardana

Selain itu, juga ada pembatasan kapasitas maksimal 50 persen pada saat yang bersamaan. Misalnya objek wisata A, dengan kapasitas pengunjung 1000 orang, maka jumlah wisatawan yang diperbolehkan masuk dalam waktu bersamaan maksimal 500 orang.

“Bisa saja objek wisata tersebut pengunjungnya dalam sehari lebih dari 1000 orang, asalkan dalam waktu yang bersamaan, tidak melebihi batas yang diperbolehkan. Sejumlah obyek wisata di Kota Semarang sudah ada yang memiliki papan informasi secara real time, yang menunjukkan jumlah pengunjung pada saat tersebut,” terangnya.

Di satu sisi, meski Kota Semarang masih menerapkan PPKM hingga seminggu kedepan, selama pelaksanaan tersebut, pihaknya tidak membatasi wisatawan dari luar wilayah.

“Kita terbuka bagi wisatawan dari mana saja. Tidak kita batasi, misalnya dari wilayah A tidak boleh masuk, sementara wilayah B, bisa masuk. Silakan saja datang, namun kita minta agar mereka yang datang ke kota Semarang benar-benar dalam kondisi sehat,” lanjutnya.

Dipastikan juga, setiap pengelola objek wisata juga sudah menerapkan protokol kesehatan, sehingga pengunjung yang datang sudah melewati pemeriksaan suhu badan, kewajiban memakai masker hingga pengaturan jarak.

Di satu sisi, akibat pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Semarang terpangkas hingga lebih dari 50 persen. Tercatat para 2019 lalu, dari target 5,7 juta terealisasi sebanyak 7,3 juta kunjungan wisatawan.

“Sementara, pada 2020 dengan target 6,4 juta wisatawan, akibat pandemi kita turunkan menjadi 3,2 juta kunjungan. Realisasinya, 3,26 juta. Jika dibanding 2019 lalu, angkanya tentu sangat jauh,” lanjutnya.

Secara terperinci jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Semarang pada 2020 lalu sebanyak .266.931 wisatawan, terdiri dari 3.260.303 wisatawan lokal dan 6.628 orang dari mancanegara.

“Penurunan tersebut, karena adanya pembatasan kegiatan sosial masyarakat pada awal-awal pandemi covid-10, yang berimbas pada penutupan hampir seluruh obyek wisata di Kota Semarang,” tambahnya.

Sementara, terkait jumlah kunjungan wisatawan selama 2021, pihaknya mengaku belum menerapkan jumlah angka, namun lebih pada wisata berkualitas.

“Kita ingin menciptakan wisata sehat, dengan penerapan CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment) berlabel Indonesia Care. Tujuannya, memastikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan atau pengunjung. Mereka datang dalam kondisi sehat, pulang berwisata juga dalam keadaan sehat,” tandasnya.

Terpisah, Kepala UPTD Goa Kreo, Mamit Sumitra saat dihubungi, juga memastikan bahwa selama PPKM, kunjungan wisata ke objek wisata Goa Kreo tetap ada.

“Wisatawan masih tetap datang, rata-rata dari wilayah Kota Semarang dan sekitarnya, bahkan ada yang dari luar Jateng. Tetap kita terima dan layani dengan baik,” terangnya.

Sesuai dengan peraturan dalam upaya pencegahan covid-19, setiap pengunjung yang datang juga dipastikan kesehatannya. “Kita lakukan cek suhu badan, dengan thermogun. Jika suhu di atas 37,5 derajat celcius, kita minta untuk pulang kembali. Selain itu juga kewajiban masker dan menjaga jarak,” terangnya.

Dalam lokasi wisata, pihaknya juga memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung. Termasuk mengingatkan mereka, melalui pengeras suara yang sudah terpasang, untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Ini menjadi upaya kita, agar para wisatawan juga merasa nyaman dan aman saat berwisata, meski saat ini masih pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Disbudpar Kota SemarangGoa KreoKota SemarangPenerapan PPKMwisatawan
Comments (0)
Add Comment