Pisang Mas Jarum Digemari Masyarakat Pesisir Pesawaran

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Buah pisang dengan beragam varietas kerap dijadikan sebagai buah segar dalam berbagai olahan. Salah satu varian buah pisang lokal yang digemari masyarakat pesisir Kabupaten Pesawaran, Lampung, berupa pisang mas jarum.

Surahmi, pedagang pisang menyebut, pisang mas jarum (Musa spp) hampir sama dengan pisang muli atau pisang susu.

Sebagai bahan olahan kuliner, varietas pisang mas jarum juga memiliki fungsi sebagai buah meja. Menarik jika ditaruh dalam satu meja.

Karakteristik pisang mas jarum dalam satu tandan bisa matang serentak. Saat matang buah yang berbentuk silindris melengkung memiliki sepuluh sisir dengan jumlah sepuluh buah per sisir. Warna kuning pada kulit mengkilat, beraroma wangi menjadikan pisang mas jarum cocok sebagai buah meja.

Sebagai buah meja, pisang mas jarum juga cocok jadi varian olahan atau plantain. Bentuknya yang kecil membuat pisang mas jarum mudah disantap maksimal dua gigitan.

Aroma wangi menggugah selera saat digigit membuat pisang jenis itu digemari. Menjual pisang dengan cara digantung membuat proses pematangan lebih cepat. Setandan pisang mas jarum dijual seharga Rp10.000.

“Pisang mas jarum tumbuh subur sebagai bahan kuliner warga pesisir dan perbukitan Teluk Pandan, Pesawaran. Jadi bahan pangan yang memiliki kandungan gizi dan vitamin, karbohidrat dan mineral. Kerap jadi varian kuliner tradisional atau hanya disantap segar saat matang,” terang Surahmi, saat ditemui Cendana News, Sabtu (30/1/2021).

Warga Desa Sukajaya, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran itu bilang pisang mas jarum banyak dicari. Meski berbagai jenis pisang lain juga dijual, namun keunikan pisang mas jarum kerap dijadikan oleh-oleh.

Varian olahan buah pisang mas jarum bisa dipakai sebagai bahan nagasari, digoreng, campuran pembuatan es buah. Tekstur lembut jadi pilihan kaum ibu membuat makanan pengganti ASI bagi balita.

Bagi sejumlah pemilik usaha kuliner, varian olahan dari pisang mas jarum bisa menjadi gorengan molen. Beberapa warga bahkan menjadikan pisang itu sebagai sale yang dikeringkan.

Susana, pedagang kuliner gorengan menyebut, rasa manis pisang mas jarum divariasikan menjadi molen. Selama ini ia menggunakan pisang kepok, janten dan tanduk untuk gorengan. Namun olahan pisang mas jarum cocok jadi gorengan berbentuk molen yang diberi tepung.

“Sensasi rasa manis berpadu dengan aroma wangi pisang jarum berpadu dengan renyah tepung, membuat kuliner gorengan berbahan pisang digemari,” cetusnya.

Dalam kondisi mentah, buah pisang mas jarum sebutnya, bisa dijadikan bahan pembuatan keripik. Pisang berukuran kecil tersebut bisa dipotong ukuran memanjang.

Saat digoreng ukuran pisang yang kecil dan tipis membuat pisang mas jarum lebih renyah. Varian olahan kuliner buah pisang mas jarum menjadi kolak kerap dilakukan olehnya saat bulan Ramadan.

Christeva, menikmati buah pisang mas jarum yang berukuran kecil berasa manis di Teluk Betung, Bandar Lampung, Sabtu (30/1/2021) – Foto: Henk Widi

Kuliner berbahan pisang mas jarum dengan ciri khas ukuran kecil disukai Christeva. Dia menyebut, kesegaran buah tersebut cukup terasa. Dalam kondisi matang sempurna, aroma wangi akan menambah selera untuk menyantap. Ketika dikupas buah bisa langsung ditelan dengan dua gigitan.

Sebagai buah pencuci mulut, pisang mas jarum yang wangi kerap digunakan Christeva membuat puding. Pisang yang telah dipotong kecil-kecil tersebut bisa dicampurkan pada bahan puding.

Pisang mas jarum yang dicampurkan pada bahan puding akan menambah varian rasa. Aroma wangi pisang sekaligus menambah selera makan.

BahangizikarbohidratkulinerLampungOlahanPanganPesawaranPIsangvarianvitamin
Comments (0)
Add Comment