PSBB di Banyumas, Sekolah Dilarang Pembelajaran Tatap Muka

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Menyusul rencana  Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Banyumas dalam waktu dekat ini, seluruh sekolah dilarang untuk melakukan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Irawati mengatakan, sebelum muncul wacana PSBB, pada semester baru bulan Januari ini saja, sekolah-sekolah belum diperbolehkan melakukan PTM. Apalagi saat keluar keharusan pemberlakuan PSBB.

“Sekolah-sekolah di Kabupaten Banyumas dilarang keras untuk melakukan pembelajaran tatap muka, sekalipun itu dalam jumlah terbatas dan sebagainya,” tegasnya, Kamis (7/1/2021).

Lebih lanjut Irawati mengatakan, pembelajaran yang dimulai tanggal 4 Januari lalu, tetap dilakukan secara daring. Menurutnya, guru sudah banyak belajar proses belajar-mengajar secara daring selama pandemi Covid-19 ini, sehingga diharapkan proses pembelajaran bisa berjalan lancar.

“Baik guru maupun siswa sebenarnya sudah terbiasa dengan berlajar daring, jadi tinggal meningkatkan kualitas pembelajaran saja,” tuturnya.

Disinggung terkait hasil ujian sekolah yang baru saja selesai bulan lalu, Irawati mengatakan, secara umum hasil ujian sama. Sebab, selama pandemi Covid-19 ini, ada kebijakan dari Kemeterian Pendidikan supaya kurikulum disederhanakan. Dan penilaian serta evaluasi hasil ujian menjadi tanggung jawab guru dan sekolah masing-masing.

Kadindik mengakui, jika ada penurunan atau penyesuaian kualitas soal-soal ujian, karena sekolah mempunyai standar sendiri-sendiri. Meskipun begitu, penyesuaian kualitas soal-soal ini masih dalam koridor yang ditentukan.

“Ada kebijakan memang, untuk penyederhanaan kurikulum, sehingga kualitas ditentukan oleh guru dan sekolah itu sendiri,” ucapnya.

Sementara itu salah satu wali murid, Ariyani mengatakan, meskipun anaknya berhasil meraih juara kelas, namun dari sisi pembelajaran ia mengakui tidak seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Dulu sebelum pandemi, untuk bisa menjadi juara kelas,belajarnya benar-benar harus rajin. Selama ujian, pulang sekolah langsung belajar, sore hari juga belajar lagi, begitu pula malam hari. Tetapi waktu ujian kemarin, belajarnya hanya sebentar-sebentar saja, namun terus saya dampingi dan ingatkan, sehingga masih bisa mempertahankan prestasi,” katanya.

Ariyani mengakui, memang tidak mudah untuk menjaga prestasi anak selama pandemi. Dibutuhkan pendampingin rutin dan serius dari orang tua, karena anak berada dalam pengawasan orang tua sepenuhnya. Sementara guru hanya bisa memantau pada jam-jam tertentu saat pembelajaran daring.

“Sepanjang ada pendampingan dari  orangtua, kemudian akses internet juga lancar serta si anak sendiri mempunyai kedisiplinan untuk belajar, maka prestasi akademik bisa dipertahankan,” pungkasnya.

BanyumasDindik BanyumasJatengPandemi Covid-19Pembelajaran Tatap MukaPSBB
Comments (0)
Add Comment