Rintis Desa Wisata, Warga Banyuraden Tangkarkan Rusa Totol

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Sebagai upaya merintis desa wisata berbasis edukasi dan budaya, warga masyarakat di Desa Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta membudidayakan rusa jenis totol di desa setempat. 

Rusa yang berasal dari hibah Istana Negara Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta, ini dipelihara di sebuah kandang berukuran 20×20 meter dan dikelola oleh sejumlah unsur masyarakat termasuk komunitas relawan Banyuraden.

Salah seorang perawat rusa desa Banyuraden, Joko Pujianto, menyebut awalnya ada dua ekor rusa berjenis kelamin jantan dan betina yang dipelihara warga sejak tahun 2019 lalu. Namun saat ini sepasang rusa tersebut telah berhasil ditangkarkan hingga melahirkan satu ekor anak rusa berjenis kelamin betina.

“Rusa ini berjenis rusa totol. Berasal dari Istana Negara Gedung Agung. Tidak dilindungi karena habitat aslinya dari India dan Bangladesh. Untuk indukan jantan kita beri nama Prapto berusia 3-4 tahun, indukan betina bernama Asih usia 2 tahun. Dan anaknya kita beri nama Asih berusia 4 bulan,” ungkapnya pada Sabtu (16/1/2021).

Bersama perawat rusa lainnya yakni Tawarudin, Joko mengaku setiap hari memberi makan rusa-rusa tersebut dengan rerumputan lunak seperti krokot dan kangkung. Pemberian pakan dilakukan sehari dua kali yakni pagi dan sore.

“Cara pemeliharaannya hampir sama seperti memelihara kambing. Yang membedakan mungkin hanya kandang yang harus dibuat mirip seperti habitatnya, yakni berukuran cukup luas serta ada semacam kubangan,” katanya.

Yang menarik, kata Joko, rusa jantan setiap tahunnya akan melepaskan atau menanggalkan tanduknya. Setelah terlepas, tanduk tersebut akan kembali tumbuh memanjang seiring berjalannya waktu.

“Tanduk rusa itu ibaratnya kan mahkota. Jadi dia hanya mau memberikan/melepaskan tanduknya itu kepada orang yang dinilainya telah ikhlas merawatnya. Jadi semacam sebagai bentuk apresiasi atau rasa terima kasih,” katanya.

Rencananya, rusa-rusa ini akan terus dikembangbiakan, sebagai rintisan pendirian mini zoo, di desa wisata Banyuraden. Sejauh ini, keberadaan rusa-rusa ini cukup menarik warga masyarakat yakni sebagai tontonan.

“Harapannya dengan adanya rusa ini, semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk datang ke desa wisata Banyuraden. Sehingga selain bisa menjadi hiburan tersendiri, juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat umum. Mengingat rusa juga termasuk salah satu hewan penanda alami atau Eaely Warning System (EWS) suatu bencana,” ungkapnya.

Desa Banyuradendesa wisataDIYRusa TotolSleman
Comments (0)
Add Comment