Sampah Plastik Cemari Lingkungan Pantai dan Jalan di Pesawaran

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah tulisan imbauan larangan membuang sampah di tepi jalan Way Ratai, Pesawaran terpasang. Beberapa di antaranya berisi peraturan daerah disertai sanksi tegas bagi pelanggar. Mirisnya, tumpukan sampah justru bertambah pada sejumlah titik spanduk imbauan tersebut. Aroma tak sedap, selokan meluap ke jalan jadi hal biasa.

Surahmi, warga Desa Sukajaya, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran mengaku kesal dengan ulah pembuang sampah di tepi jalan. Pencemaran lingkungan imbas sampah telah berlangsung sejak lima tahun terakhir. Bahkan spanduk imbauan oleh pemerintah desa, kecamatan sengaja dirusak dan jadi tumpukan sampah.

Aktivitas membuang sampah sebut Surahmi kerap dilakukan warga luar desa setempat. Pasalnya akses jalan tersebut berada di jalan lintas Way Ratai yang berada dekat dengan kota Bandar Lampung dan sejumlah wilayah lain. Sampah yang dibungkus karung, plastik dominan berisi bekas kemasan makanan hingga pakaian bekas.

“Warga di sini sebagian besar petani dan nelayan sehingga kecil kemungkinan membuang sampah di tepi jalan, sering dibersihkan warga secara gotong royong namun sepekan kemudian kembali menumpuk. Padahal kawasan ini dikenal sebagai destinasi wisata justru lingkungan kotor jadi lokasi pembuangan sampah,” terang Surahmi saat ditemui Cendana News, Rabu (27/1/2021).

Surahmi (kiri) warga Sukajaya Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran yang berjualan pisang mencium aroma busuk dari sampah yang dibuang di tepi jalan, Rabu (27/1/2020). Foto: Henk Widi

Surahmi yang berjualan pisang matang dan kuliner di dekat pantai Mutun mengaku terganggu. Aroma tak sedap kerap terjadi pada sampah limbah rumah tangga yang dibuang. Pelaku sengaja membuang sampah pada pagi hari sebelum warga beraktivitas atau malam hari.

Selain pada tepi jalan, sejumlah kebun warga hingga sungai jadi tempat pembuangan sampah. Aktivitas pembuangan sampah pada sungai di antaranya di aliran sungai Way Balau. Saat musim penghujan sampah yang berasal dari sungai terbawa banjir dan mengotori pantai di sepanjang wilayah Bandar Lampung dan Pesawaran. Sampah kemasan plastik terbawa arus ke pantai Sari Ringgung, pantai Mutun dan permukiman nelayan.

Margiono, warga asal Lempasing yang memancing di pantai Mutun menyebut pantai didominasi sampah plastik. Sampah tersebut berasal dari aliran arus laut berasal dari sejumlah sungai. Terbawa oleh gelombang sampah terbawa di tepi pantai mengotori kawasan permukiman warga dan daerah wisata bahari.

“Banyak nelayan pemancing, pemasang jaring terganggu oleh sampah yang mengapung di perairan,” bebernya.

Kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sebutnya menyumbang pendangkalan. Beberapa titik yang menjadi lokasi pembuangan sampah berimbas sungai way Balau dangkal. Nelayan mengalami hambatan saat masuk ke alur sungai imbas muara dipenuhi sampah. Sampah sebagian dibuang oleh warga di sekitar sungai yang kerap meluap imbas banjir.

LampungLamsel
Comments (0)
Add Comment