Sekolah di Banyumas yang Nekad Adakan PTM Bakal Disanksi

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Dinas Pedidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas menegaskan, bagi sekolah-sekolah yang nekad mengadakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, akan diberikan sanksi peringatan.

“Kemarin kita sudah mengadakan rapat dan hasilnya, bagi sekolah yang menggelar PTM akan diberi peringatan. Untuk sanksi selanjutnya belum ada, karena kita juga meyakini sekolah-sekolah di Banyumas mentaati aturan,” kata Kepala Dindik Kabupaten Banyumas, Irawati, Kamis (14/1/2021).

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Irawati di kantornya, Kamis (14/1/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Irawati mengakui, jika ada beberapa sekolah yang mendatangkan siswa dengan berbagai macam alasan. Baik pembelajaran tatap muka secara bergantian dan sebagainya, pihak Dindik sudah memberikan peringatan dan teguran. Untuk SMP diberikan teguran melalui bidang dan pengawasan dan untuk SD diberi peringatan melalui korwil serta bidang SD.

Terkait pengawasan serta peringatan untuk tidak melaksanakan PTM ini, dilakukan secara berjenjang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPK) pada tiap-tiap kecamatan. Sehingga pengawasan lebih dekat dan bisa langsung dilakukan pada masing-masing wilayah.

Sebelum pemberlakuan PSBB di Kabupaten Banyumas, beberapa sekolah sempat mengadakan PTM. Hal tersebut terlihat dari beberapa lokasi sekolah yang ramai siswa. Seperti Jalan Gereja Purwokerto yang terdapat beberapa sekolah baik SD maupun SMP. Namun, setelah PSBB kawasan tersebut kembali terlihat sepi.

Sementara itu, salah satu guru SMP di Banyumas, Priyo mengatakan, sebelum PSBB, sekolah berencana akan mengadakan pembelajaran tatap muka khusus untuk kelas 9 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sekolah merasa perlu memberikan PTM untuk siswa kelas 9 karena secara umum siswa mengalami penurunan dalam prestasi belajar. Padahal kelas 9 akan menghadapi ujian kelulusan.

“Siswa mengalami kesulitan untuk memahami materi pelajaran yang disampaikan melalui pembelajaran jarak jauh atau daring dan ada kecenderungan handphone tidak dipergunakan secara maksimal untuk belajar, tetapi lebih banyak untuk main game atau hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran,” tuturnya.

Selain itu, banyak terjadi siswa tidak mendapat pengawasan atau pendampingan dari orang tua secara maksimal saat belajar di rumah. Sehingga banyak siswa yang mengabaikan kewajiban mengerjakan tugas-tugas ataupun belajar.

“Siswa juga tidak mempunyai kesempatan luas untuk menanyakan materi-materi pembelajaran yang kurang bisa dipahaminya. Padahal waktu efektif untuk belajar kelas 9 hanya tinggal bulan Januari-Februari saja. Begitu pula dengan target hafalan Al Qur’an, banyak yang tidak mencapai target. Sehingga dibutuhkan kesadaran dan sinergi antarsekolah dengan orang tua untuk meningkatkan prestasi anak,” ungkapnya.

Dindik BanyumasJatengPembelajaran Tatap MukaPSBBSekolah
Comments (0)
Add Comment