Suka Duka Distributor Kerupuk, Berkeliling dari Warung ke Warung

Editor: Mahadeva

BANDUNG – Sudah 17 tahun, Dani Rodi (41) warga Pameungpeuk, mengais penghasilan sebagai distributor kerupuk. Sejak 2003, dia berusaha dengan berkeliling dari warung ke warung. Belasan tahun dijalani, ia mengaku sudah merasa nyaman dengan pekerjaan tersebut, meski penghasilannya tidak menentu.

“Penghasilan saya Rp4.000 dari satu pack kerupuk isi 20 bungkus. Harga dari pabriknya Rp12.000, saya jual ke warung Rp16.000. Itupun kalau habis, kalau nggak habis, ya terpaksa pendapatan berkurang,” ujar Dani, saat ditemui di salah satu warung di Kampung Gentong, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Selasa (26/1/2021).

Dani mengatakan, hal tersulit dari pekerjaannya adalah, mencari warung yang bersedia dititipi barang dagangan. Terkadang, ada saja yang tidak berkenan dititipi atau malah menawar harga. “Iya beginilah suka dukanya kerjaan saya. Tapi Alhamdulillah, karena sudah lama, jadi sekarang banyaklah warung yang jadi rekanan saya. Sekitar 40 warung mulai dari desa Cikarut, Lebak Wangi, Pinggirsari, hingga Patrolsari,” kata Dani.

Setiap 10 hari sekali ia mengambil hasil penjualan kerupuk yang dijajakannya di warung-warung, dan mengambil sisa yang tidak terjual. “Agak lama kalau kerupuk. Kalau donat cuma lima hari sudah bisa diambil, dulu saya juga pernah distribusi donat,” tandasnya.

Dani mengaku, bukan tidak ingin beralih profesi. Namun ia beberapa kali mencoba bekerja di bidang lain, namun tidak kunjung diterima. Sadar usianya yang juga sudah cukup lanjut, ia memutuskan tetap menggeluti usahanya. “Capek sebetulnya kerja begini. Naik motor, belum lagi kalau hujan harus neduh, makan waktu, jadi nggak bisa banyak warung yang didatangi. Tapi mau gimana lagi, susah nyari kerja zaman sekarang,” paparnya.

Risma, pemilik warung menyebut, penjualan kerupuk milik Dani cukup bagus. Ia mengambil minimal lima pack kepada Dani, untuk dijual di warungnya. “Syukurnya kalau kerupuk mah laris manis di sini, jarang ada yang sisa. Lumayan juga kita bisa dapat untung, barangnya-pun kadang di antar, jadi nggak perlu ada ongkos lagi,” tuturnya.

Risma menyatakan, sudah sekira tiga tahun terakhir ini berlangganan dengan Dani. Ia memuji Dani, sebagai sosok yang jujur dan bisa diajak bekerjasama dengan baik. “Saya sih liat dia orangnya jujur dan ramah. Sampai sekarang jadi kayak keluarga, kalau dia datang, pasti saya siapin kopi. Saya juga tahu kerja begitu capek,” pungkas Risma.

Bandungdistributor kerupukJabarKerupukpedagang keliling
Comments (0)
Add Comment