Tarik Wisatawan, Pulau Mengkudu Dilengkapi Beragam Fasilitas

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Promosi wisata selama masa pandemi Covid-19 jadi peluang bagi pelaku jasa pariwisata. Penambahan fasilitas jadi salah satu daya tarik wisatawan salah satunya di destinasi pantai dan Pulau Mengkudu.

Rahmat, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau menyebut sapta pesona objek wisata terus dibenahi agar wisatawan betah dan nyaman.

Objek wisata di pesisir Pulau Sumatera dengan pasir timbul penghubung dengan Pulau Mengkudu masih jadi daya tarik. Pandemi Covid-19 sebutnya ikut berdampak pada berkurangnya kunjungan wisatawan sejak semester kedua tahun 2020. Memasuki awal tahun 2021 kunjungan mulai normal dengan dibukanya objek wisata alam bahari. Penambahan fasilitas dilakukan saat objek wisata tersebut tutup sementara.

Penutupan sementara objek wisata pantai dan Pulau Mengkudu menurut Rahmat jadi peluang untuk pembenahan. Selain oleh pandemi Covid-19, fase angin barat dan gelombang pasang ikut membawa sampah, merusak fasilitas. Saat kondisi cuaca membaik fasilitas saung kayu beratap rumbia, tempat dudu berpayung,rumah apung, jembatan dan photo booth diperbanyak.

“Penambahan fasilitas jadi strategi kami agar bentang alam atau lanskap pantai dan Pulau Mengkudu menarik untuk dipandang sehingga tidak akan membosankan bagi wisatawan sekaligus mewujudkan sapta pesona,” terang Rahmat saat ditemui Cendana News, Minggu (17/1/2021).

Rahmat, pengelola pantai dan Pulau Mengkudu di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (17/1/2021). -Foto Henk Widi

Pandemi Covid-19 sebut Rohmat jadi kesempatan menambah fasilitas agar objek wisata selalu indah. Prinsip kebaruan dengan menambah fasilitas akan menimbulkan kerinduan bagi wisatawan yang berkunjung. Wisatawan disajikan keindahan alami pantai, bukit, pasir putih, laut dan batu lapis. Selain itu tambahan keindahan buatan berupa saung, payung peneduh mempercantik pasir dan Pulau Mengkudu.

Keberadaan perahu sekaligus rumah apung, kano semakin lengkap dengan rumah pohon. Bahu membahu pengelola membersihkan, menata objek wisata terus dilakukan saat wisatawan belum datang. Payung warna warni contohnya, menurut Rahmat dibuat dengan tekhnik pemancangan tiang. Selain payung disediakan kursi warna warni hasil cetakan.

“Menyajikan sapta pesona aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan jadi pekerjaan kami untuk menarik wisatawan,” tegasnya.

Pantai yang sempat kotor oleh sampah imbas cuaca buruk mulai dibersihkan. Daya tarik objek wisata tersebut terlihat saat kondisi pantai bersih terutama pada bagian pasir. Akses menuju pantai dan pulau Mengkudu memakai perahu dari Pantai Belebuk ditingkatkan dengan ojek perahu yang lebih representatif. Fasilitas speed boat khusus memberi kenyamanan wisatawan yang akan datang.

Pengelola juga menurut Rahmat menyediakan penginapan berkonsep alam. Penginapan tersebut dibuat menyatu dengan alam perbukitan menghadap laut. Pada masa new normal keindahan pantai dan pulau Mengkudu menjadi daya tarik bagi wisatawan yang belum pernah berkunjung. Bagi yang telah pernah datang kerinduan atau kenangan sekaligus berpromosi hal hal baru.

“Kekuatan media sosial untuk menampilkan wajah destinasi wisata pantai dan Pulau Mengkudu dengan hal terbaru,unik dan menarik agar wisatawan kembali terpanggil datang kembali,” cetusnya.

Rasa keingintahuan sekaligus cepat bosan disiasati dengan spot foto terbaru. Beberapa pengunjung dibuat pangling saat datang kembali karena akan ada penambahan fasilitas. Semua fasilitas yang disediakan memanjakan mata,nyaman untuk dinikmati bersama keluarga. Tanpa mengeluarkan biaya mahal objek wisata pantai dan Pulau Mengkudu bisa dinikmati dalam suasana berbeda setiap pekan.

Warna warni seperti pelangi pada payung,kursi menurut Rahmat menjadi filosofi keindahan. Fasilitas tersebut selain untuk mempercantik tampilan pantai secara estetika namun juga fungsional. Fungsi untuk berteduh digunakan seusai wisatawan menikmati kano,bermain perahu. Pembaharuan fasilitas dengan tetap memperhatikan lanskap alami jadi strategi untuk menambah kunjungan wisatawan.

“Asal protokol kesehatan bisa diikuti maka kunjungan ke objek wisata tetap akan aman dan nyaman,” cetusnya.

Maidin, salah satu pengunjung menyebut objek wisata pantai dan Pulau Mengkudu terus berubah. Perubahan terjadi oleh al dan campur tangan manusia. Pada saat bencana tsunami 2018 pasir timbul lenyap oleh terjangan gelombang. Suksesi alam telah mengembalikan pasir timbul sehingga wisatawan bisa berjalan kaki melalui selat kecil. Penghubung Pulau Mengkudu dan Pulau Sumatera itu menambah keindahan alami.

“Setiap saya datang selalu ada hal yang baru itu jadi keunikan pantai dan Pulau Mengkudu termasuk fasilitas buatan yang ditambah pengelola,” bebernya.

Meski perjalanan melalui jalur laut, Maidin menyebut objek wisata itu nyaman untuk keluarga. Anak-anak bisa menikmati suasana pantai dengan kano, pelampung ban. Fasilitas jembatan kayu dan bambu penghubung dengan saung di atas laut jadi wahana baru. Difungsikan juga sebagai rumah makan, spot foto menjadikan destinasi pantai dan pulau Mengkudu dirindukan wisatawan.

LampungLamselPulau Mengkudu
Comments (0)
Add Comment