Vaksinasi Covid-19 di Semarang Mulai Besok

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang memastikan kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 mulai Kamis (14/1/2021) besok. Selain sarana prasarana pendukung hingga alur vaksinasi, juga dipastikan penerima vaksin memenuhi persyaratan yang diwajibkan.

“Pelaksanaan vaksinasi di Kota Semarang akan digelar di 37 puskesmas, 19 rumah sakit, dan satu balkesmas. Dalam satu hari, di masing-masing faskes ada tiga sesi vaksinasi. Satu sesi vaksinasi diikuti oleh 15 orang, sehingga total ada 45 orang per faskes per hari,” papar Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam, saat dihubungi di Semarang, Rabu (13/1/2021).

Lebih jauh dijelaskan, pada tahap pertama ini vaksinasi akan dilakukan kepada tenaga kesehatan (nakes). Mereka yang divaksin, juga telah terdaftar secara online di aplikasi Peduli Lindungi Kemenkes.

Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam, saat dihubungi di Semarang, Rabu (13/1/2021). -Foto: Arixc Ardana

“Para nakes yang terdaftar ini juga sudah mendapatkan e-tiket barcode, yang berisi tentang informasi tempat dan jadwal jam vaksinasi. Misalnya, si A dijadwalkan akan mengikuti vaksinasi di puskesmas atau rumah sakit pada jam sekian. Itu sudah jelas, sehingga dengan ada penjadwalan tersebut, pelaksanaan vaksinasi bisa berjalan optimal. Tidak terjadi penumpukan atau antrean panjang,” terangnya.

Ditambahkan, sesuai petunjuk teknis dari Kemenkes terkait alur vaksinasi, setiap calon penerima vaksin akan mengikuti screening terlebih dulu.

“Setelah kita cocokkan, apakah calon penerima sesuai dengan data registrasi, kemudian kita lakukan pengecekan, apakah yang bersangkutan ini ada kontra indikasi jika disuntik vaksin. Termasuk kita pastikan kesehatannya, apakah benar-benar dalam kondisi fit. Tidak demam, flu atau lainnya,” tambahnya.

Jika dipastikan kondisi kesehatan calon penerima sehat, baru kemudian dilakukan penyuntikan vaksin. Mereka yang sudah divaksin juga tidak langsung pulang, namun diminta untuk menunggu sekitar 30 menit.

“Seperti halnya proses vaksin pada umumnya, penerima vaksin akan kita lakukan evaluasi, apakah ada efek samping dari vaksin yang sudah disuntikkan. Jika tidak ada, setelah 30 menit, mereka baru boleh pulang. Namun, jika ada efek samping tentu akan ditangani sesuai dengan prosedur diperlukan. Pemantauan efek samping dari proses vaksinasi juga tetap kita lakukan setidaknya dalam 1×24 jam. Kalau ada efek, bisa dilaporkan ke kami,” terangnya lagi.

Pihaknya berharap, dengan tahapan-tahapan tersebut pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa berjalan dengan baik dan optimal.

Sejauh ini, Kota Semarang sudah menerima 9.800 vaksin atau setara untuk 4.900 nakes, yang akan diprioritaskan dalam program vaksinasi tahap pertama ini.

Selanjutnya, Kota Semarang akan menerima 38.240 vaksin atau setara dengan 19.120 sasaran, yang akan didistribusikan secara bertahap.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, juga kembali menegaskan, pihaknya sudah membentuk Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (Komda KIPI). Tujuannya, untuk melakukan pemantauan efek samping pascavaksinasi kepada penerima.

“Jadi seperti halnya proses vaksinasi pada umumnya, KIPI setelah diimunisasi, sudah jamak terjadi. Seperti merasa tidak enak badan, pegal atau nyeri pada bekas suntikan. Namun hal tersebut, merupakan sesuatu yang wajar dan bagian dari respons tubuh yang tidak berpengaruh pada kesehatan,” paparnya.

Ditegaskan, meski jamak terjadi, namun pihaknya telah membentuk Komda KIPI yang beranggotakan para dokter ahli penyakit dalam. Tim tersebut akan melakukan monitoring dan ikut membantu jika ditemukan persoalan terkait pascavaksin.

“Dengan adanya Komda KIPI ini, bukan berarti masyarakat menjadi was-was dalam penggunaan vaksin. Komda ini juga dibentuk saat vaksinasi sebelumnya seperti polio, campak atau rubella. Badan POM sebagai institusi kewenangan pengawas obat dan makanan, juga sudah memastikan mutu vaksin ini, sehingga masyarakat dijamin keamanan dan kemanfaatan. Tak perlu khawatir, termasuk kehalalan sudah dijamin,” tegasnya.

Pada tahap pertama, di wilayah Jateng ada 62.560 dosis vaksin yang sudah didistribusikan, yang diperuntukkan bagi 31.255 tenaga kesehatan, berikut penunjang seperti bagian administrasi, sopir dan tenaga pemakaman yang memiliki risiko tertular Covid-19.

“Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi penerima vaksin Covid-19. Terutama harus dalam kondisi sehat, berumur 19-59 tahun, tidak pernah terpapar Covid-19, tidak dalam kondisi hamil, serta tidak memiliki penyakit peserta. Mereka akan mendapat dua kali suntikan, di hari pertama dan diulang 14 hari berikutnya,” pungkasnya.

CovidJatengsemarangvaksin
Comments (0)
Add Comment