Warung Berkonsep Wisata Tetap Ramai Pengunjung

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Penutupan seluruh objek wisata di Kabupaten Banyumas dipastikan akan berdampak terhadap berbagai sektor usaha, salah satunya kuliner. Sebab, banyak warung makan yang berlokasi di sekitar kawasan Baturaden maupun di sepanjang jalan menuju lokawisata lainnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan  dan Pariwisata  (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, mengatakan selain penutupan seluruh tempat wisata, pemkab juga memberlakukan pembatasan jam operasional maupun pelayanan tempat untuk warung makan dengan kapasitas maksimal 25 persen.

CEO Warunge Dewek, Bangkit Ari Sasongko di Purwokerto, Minggu (10/1/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Kita menyadari, pastinya penutupan sektor pariwisata ini akan mempunyai dampak terhadap usaha lain yang banyak mengandalkan kunjungan wisata, seperti hotel dan rumah makan. Tetapi, semua ini demi upaya percepatan penanggulangan dan pencegahan Covid-19,” katanya, Minggu (10/1/2021).

Khusus untuk rumah makan dan restoran, lanjutnya, pengunjung hanya dibatasi 25 persen dari kapasitas tempat yang tersedia. Sedangkan untuk layanan pesan-antar makanan, juga diberikan pembatasan jam operasional dan dipastikan harus mematuhi protokol kesehatan.

“Pihak pengelola rumah makan juga kita minta untuk melarang pengunjung yang sakit dengan gejala pernapasan, seperti batuk, flu ataupun sesak napas. Selain itu juga kita dorong memberlakukan pembayaran nontunai,” tuturnya.

Sementara itu, CEO Warunge Dewek, Bangkit Ari Sasongko, mengatakan, sebagai salah satu rumah makan yang berlokasi di jalan menuju kawasan wisata Baturaden, ia tidak memungkiri jika kunjungan wisatawan merupakan salah satu faktor yang meramaikan Warunge Dewek. Namun, dengan adanya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Banyumas, pihaknya mengaku siap untuk mematuhi dan melaksanakannya.

“Kalau aturan pembatasan pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas tempat, kita sangat siap, karena warung kita sangat luas dan banyak spot-spot tempat terbuka juga. Sehingga meskipun dibatasi, tetap bisa menampung pengunjung lumayan banyak,” tuturnya.

Terkait penerapan protokol kesehatan, Bangkit menugaskan satu petugas keamanan khusus untuk memastikan pengunjung menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk ke lokasi. Setelah itu, juga ada petugas pengukur suhu tubuh.

Masih ramainya pengunjung di warungnya meskipun di tengah pandemi Covid-19, selain karena masakan dan menu yang beragam, juga karena konsep tempat makan yang dikemas wisata. Warung tersebut menyuguhkan pemandangan alam serta area pertanian yang luas, sehingga sepanjang mata memandang, hamparan hijau tanaman padi sangat menyejukkan. Ada juga kincir angin berukuran besar yang menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berswafoto.

“Pengunjung datang ke sini sebenarnya tidak hanya sekadar makan, tetapi juga berwisata, karena banyak titik di warung kami yang bisa dijadikan sarana wisata, terutama untuk anak-anak,” pungkasnya.

BanyumasJatengPSBBwarung
Comments (0)
Add Comment