Forkompinda Turun ke Desa, Penularan COVID-19 di Banyumas Menurun

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas, saat ini sedang gencar menjalankan gerakan Forum Pimpinan Daerah (Forkompinda) turun ke desa. Mereka datang untuk memantau pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro detail tahap tiga.

Langkah tersebut dinilai cukup efektif menekan angka penularan COVID-19, terbukti dengan jumlah kasus kematian yang dilaporkan menurun. Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, setiap hari ada enam kelompok forkompinda yang turun ke desa-desa. Satu kelompok, minimal mengunjungi dua desa untuk melakukan pemantauan, sekaligus menggelar sosialisasi kepada para perangkat serta tokoh desa.

“Kita terus turun ke desa-desa setiap hari, mereka kita edukasi dalam upaya pencegahan COVID-19, hingga penanganan dan pendataan. Jadi pada tiap desa di Kabupaten Banyumas sekarang sudah terpampang data berapa jumlah lansia, jumlah kormobid dan sebagainya,” kata Achmad Husein, Sabtu (27/2/2021).

Husein mengklaim, Langkah tersebut cukup efektif untuk meredakan penularan COVID-19. Mengingat gugus tugas di setiap RT dan RW, sudah difungsikan kembali. Dan kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker serta penerapan protokol kesehatan mulai terbangun dengan baik.

“COVID-19 di Kabupaten Banyumas, sekarang cenderung mereda. Kesadaran masyarakat meningkat, coba lihat saja sekarang, semua warga yang beraktivitas di luar rumah pasti menggunakan masker. Kemudian ditambah dengan program vaksinasi yang sekarang masih berjalan dan penerapan PPKM mikro detail tahap tiga,” tuturnya.

Tempat-tempat karantina juga mulai dioperasikan lagi, untuk menampung warga yang melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19, ataupun untuk menampung pendatang. “Kemarin saya melakukan pemantauan di Desa Candinegara dan Desa Cikembulan, yang berada di daerah pinggiran, semua sudah berjalan dengan bagus. Perangkat desa bersama dengan bhabinsa, bhabinkamtibmas, PKK, dan lainnya terus berkeliling melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat desa,” kata Husein.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, membenarkan informasi di Februari ini ada kecenderungan kasus COVID-19 menurun. Hal itu antara lain dilihat dari angka kematian yang terus mengalami penurunan, begitu pula dengan penambahan kasus positif.

Sadiyanto merinci, di Desember 2020 angka kematian pasien COVID-19 mencapai 148 orang. Di Januari 2021 menurun menjadi 135 orang, dan memasuki akhir Februari ini, menurun menjadi 60 orang.

“Saat ini tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit yang tersedia sebanyak 680 buah, yang tidak terpakai sampai 400 buah, begitu pula di ruang ICU, terdapat 68 tempat tidur, dan yang tidak terpakai ada 30 buah. Artinya jumlah penambahan kasus cenderung menurun dan pasien tersebut juga tidak semua berasal dari Kabupaten Banyumas, 40 persen diantara berasal dari luar Banyumas,” pungkasnya.

BanyumascoronaCOVID-19ForkompimdaJatengpandemisambang desa
Comments (0)
Add Comment