1.587 Petani di Kota Semarang Belum Terima Kartu Tani

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Dinas Pertanian Kota Semarang memastikan bagi petani yang belum memiliki kartu tani, namun sudah terdata dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), tetap bisa membeli pupuk bersubsidi.

Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, Senin (1/3/2021). Foto Arixc Ardana

“Bagi para petani yang belum memiliki kartu tani, karena belum jadi, tapi sudah terdata di sistem e-RDKK tetap bisa membeli pupuk bersubsidi. Mereka akan dilayani secara manual, dengan membawa fotocopy KTP dan mengisi formulir penebusan di kios penjualan pupuk bersubsidi,” papar Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, Senin (1/3/2021).

Hal tersebut dilakukan karena dari 4.743 petani di Kota Semarang, yang sudah terdata di e-RDKK tahun 2021 dan berhak mendapatkan kartu tani, baru 3.156 petani yang sudah mendapatkan kartu tani.

“Sisanya, sebanyak 1.587 petani belum mendapatkannya, karena kartu tani masih dalam proses pembuatan oleh pihak bank BRI sebagai penerbit kartu,” tambahnya.

Hernowo mengakui para petani di Kota Semarang, masih belum terbiasa menggunakan kartu tani, sehingga muncul sejumlah persoalan di lapangan.

“Di samping proses pembuatan kartu tani, belum seluruhnya selesai, ada kendala lain yang sering dihadapi petani terkait kartu tersebut. Misalnya, kartu mereka ada yang hilang, atau terblokir karena sudah lama tidak dipakai. Ada juga tidak ada saldonya, jadi sewaktu mau beli tidak bisa,” terangnya.

Selain itu juga ada keterbatasan dalam penggunaan mesin EDC atau mesin gesek untuk membaca kartu tani, hingga kesiapan pengelola kios pupuk lengkap (KPL). “Masih banyak persoalan di lapangan, yang memang harus kita benahi. Mudah-mudahan hal ini bisa segera terselesaikan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, sebagai penyedia pupuk bersubsidi di Jateng, saat dihubungi memaparkan, per tanggal 24 Februari 2021, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 144.016 ton pupuk bersubsidi di gudang-gudang lini III di Jateng.

“Angka tersebut, melebihi stok pupuk minimal yang ditentukan pemerintah sebanyak 68.292 ton. Dari jumlah pupuk bersubsidi yang sudah kita sediakan, terdiri dari 69.935 ton pupuk urea, 32.372 ton pupuk NPK, 18.812 ton pupuk ZA, 15.578 ton pupuk SP 36, dan 7.322 ton pupuk organik,” terangnya.

Pihaknya juga memastikan, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020, petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, yakni petani yang tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam e-RDKK, dan memiliki kartu tani.

“Namun bagi petani yang belum memiliki kartu tani, akibat terkendala dalam pembuatannya, masih menunggu dan lainnya, tetap akan dilayani dalam pembelian pupuk bersubsidi secara manual, dengan syarat sudah terdaftar dalam e-RDKK,” pungkasnya.

Jatengkartu tanisemarang
Comments (0)
Add Comment