Daya Beli Masyarakat Kunci UMKM Bisa Berkembang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Permasalahan utama UMKM itu, bukanlah pelatihan atau modal. Tapi hilangnya daya beli masyarakat yang menyebabkan produk UMKM tidak bisa terjual.

Founder Avtech (Adventure Technology), Yudi Kurniawan, menyatakan, sebagai salah seorang pelaku UMKM yang bergerak di bidang alat mendaki gunung dan pariwisata, ia merasakan bahwa kondisi UMKM sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi.

“Saat pembatasan sosial diberlakukan, maka kami seperti jalan di tempat. Bukan tidak ada barang yang mau dijual tapi pasarnya tidak ada. Alias tidak memiliki daya beli pada produk. Punya produk, sudah berinovasi, punya modal untuk bikin produk, dilatih untuk masuk ke dagang online, tapi kalau masyarakat tidak bisa beli, buat apa,” kata Yudi saat ditemui di Outlet Avtech Setu, Jakarta Timur, Selasa (23/3/2021).

Untuk mempertahankan cash flow pada usaha yang sudah dibinanya sejak tahun 1997, ia mengakui saat ini sudah mulai melakukan penjualan aset untuk mempertahankan keberlangsungan usaha.

“Ini sebagai informasi saja buat pemerintah. Pelatihan itu bagus. Tapi yang lebih dibutuhkan adalah pasar bagi kami pelaku UMKM untuk menjual produk,” ujarnya.

Penambahan modal pun, lanjutnya, tidak akan bisa menjamin keberlangsungan usaha tanpa perputaran produk dari UMKM itu sendiri.

“Kita dilatih, kita ditambahi modal tapi kita tidak biasa jualan. Lagi pula, UMKM itu jumlahnya ribuan tapi yang ikut pelatihan berapa banyak. Tanpa penjualan produk, modal yang diberikan pemerintah itu hanya untuk bertahan saja. Itu pun hanya beberapa bulan saja,” tuturnya.

Karena ini merupakan permasalahan yang nyata, yang dihadapi UMKM, ia mengharapkan pemerintah bisa memberikan solusi.

“Daya beli masyarakat yang turun harusnya menjadi fokus pemerintah. Bisa dibilang, daya beli dulu itu 80 persen. Sekarang itu cuma 20 persen. Bagaimana kami bisa bertahan,” ungkapnya lebih lanjut.

Selain itu, produk Indonesia juga harus bersaing dengan produk impor yang harganya juga murah.

“Lama-lama kan habis juga badan. Pasar mengecil, bersaing juga. Produk tetap susah terjual. Jadi harusnya pasar yang diperbesar. Agar semua produk, terutama yang UMKM bisa terserap,” pungkasnya.

#InovasiCovidJakartaModalpandemiPasarPelatihanproduksolusiUMKM
Comments (0)
Add Comment