Dinkes Jateng: Angka Kesembuhan Covid-19 Capai 89,49 Persen

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Tingkat kesembuhan pasien covid-19 atau Recovery Rate (RR) di Jateng per 28 Februari 2021, sudah mencapai 89,49 persen. Sedangkan Case Fatality Rate (CFR) atau tingkat fatalitas kasus berupa angka kematian yang disebabkan covid-19, masih di angka 6,18 persen alias tidak mengalami kenaikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo , dalam rapat evaluasi penanganan covid-19 di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Selasa (2/3/2021).

“Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga terus mengalami penurunan. Dari total 8.912 tempat tidur isolasi di rumah sakit, saat ini hanya terpakai 2.661. Sementara tempat tidur ICU dari total kapasitas 1.087, saat ini hanya terpakai 398,” jelasnya.

Hal tersebut seiring dengan penurunan angka kasus harian covid-19 di Jateng. Per hari ini (Selasa-red), jumlah kasus baru harian tertinggi di Banyumas dengan 52 kasus, Jepara 26 kasus, Klaten 23 kasus, Boyolali 22 kasus dan Kota Semarang 17 kasus.

Tidak hanya itu, di sejumlah wilayah bahkan tidak ada penambahan kasus seperti di Kabupaten Wonogiri, Rembang, Kota Tegal, Salatiga dan Cilacap.

“Sementara, untuk proses vaksinasi terhadap tenaga kesehatan, pada tahap satu sudah selesai. Saat ini, fokus selanjutnya, di tahap kedua dengan sasaran pelayan publik dan lansia. Total ada sekitar 3,2 juta lansia di Jateng. Mereka nantinya akan menjadi prioritas bersama 2,1 juta pelayan publik dalam proses vaksinasi,” tambahnya.

Di satu sisi, Yulianto berharap masyarakat bisa bersabar dan menunggu giliran karena jumlah vaksin yang tersedia terbatas. “Saat ini baru ada 1 juta dosis vaksin untuk tahap kedua, jika masing-masing mendapatkan dua kali suntikan atau dua dosis, maka saat ini baru 500 ribu orang yang bisa terlayani. Baru sekitar 10 persen dari total sasaran,” tandasnya lagi.

Sedangkan terkait capaian vaksinasi tahap kedua, berdasarkan data Dinkes Jateng per 1 Maret 2021, untuk penyuntikan dosis pertama mencapai 302.651 orang. Sementara untuk penyuntikan dosis kedua terdapat 136.471 orang.

“Data ini, terus bergerak mengingat tiap hari proses vaksinasi itu terus dilakukan,” tandasnya.

Sementara, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memaparkan, warga lanjut usia (lansia) menjadi prioritas mendapatkan vaksin, pada tahap kedua bersama layanan publik.

Meski begitu, pihaknya mengatakan bahwa tidak semua masyarakat mendapatkan vaksinasi secara serentak. Hal itu disebabkan stok vaksin yang terbatas.

“Bertahap. Maka saya minta masyarakat bersabar. Sebenarnya kita jauh lebih siap, mau dikasih berapa saja vaksinnya pasti habis cepat. Tapi karena Pusat memberikan vaksin secara bertahap, maka kita manut saja,” terangnya.

Di lain sisi, Ganjar menyebutkan, grafik kasus aktif di 35 Kabupaten/Kota di Jateng terus mengalami penurunan. “Kalau dilihat dari sisi epidemiologi, zona resiko tinggi pada 7 Februari 2021 ada 5 Kabupaten di Jateng. Tapi pada minggu setelahnya sampai hari ini tidak ada satupun zona merah di 35 Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Tak hanya itu, jumlah zona merah di Kecamatan dan kelurahan yang ada di Jateng, juga terus menurun. Dari data yang ada, awalnya terdapat 25 kecamatan masuk zona merah pada 7 Februari, namun pada 14 Februari 2021 turun jadi 10 kecamatan dan pada tanggal 21 Februari 2021 hanya 4 kecamatan masuk zona merah.

“Begitu juga di desa, pada 7 Februari 2021 ada 158 desa masuk zona merah, turun jadi 98 pada 14 Februari 2021, lalu turun lagi jadi 30 pada 21 Februari 2021. Artinya apa, saya melihat kondisi ini bagus, dan PPKM mikro berjalan dengan baik,” pungkas Ganjar.

COVID-19Jatengsemarang
Comments (0)
Add Comment