Gemas Wanasari Sentra Produk UKM di Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Gerai UKM Wanasari (Gemas) berpusat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, jadi pusat baru yang menjual oleh-oleh khas bersinergi dengan pelaku UMKM setempat dalam menawarkan produk secara online dan offline.

Gemas hadir guna mengangkat kearifan lokal yang diproduksi oleh pelaku UKM di wilayah Wanasari dan Bekasi khususnya, agar menjadi ikon wilayah yang selama ini kesulitan dalam memasarkan produk di tengah pandemi Covid-19.

“Kami baru buka pertengahan Januari lalu. Sekarang, sudah 170-an produk UMKM seperti makanan dan minuman, kue kering, minuman serbuk, dan lainnya yang tergabung,” ujar Dian Indah Fitriyani, salah satu pengurus dari Gemas di Wanajaya, Cibitung, kepada Cendana News, Selasa (2/3/2021).

Dikatakan, saat ini tidak hanya fokus kepada kunjungan di gerai karena masifnya imbauan tidak berkerumun. Tapi pemasaran juga lebih kepada online dan menawarkan ke pabrik, atau pun tempat  pengajian agar membeli produk yang tersedia di Gemas.

Gemas Wanasari, dilatarbelakangi enam orang ibu yang terpanggil untuk membantu pemasaran dari pelaku UMKM di Wanasari Cibitung Bekasi. Tujuannya bersinergi memajukan ekonomi keluarga di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, selama ini banyak ibu saat berkumpul di pengajian meminta dibantu untuk memasarkan produk. Akhirnya, tercetuslah ide membuka gerai sebagai pusat oleh-oleh khas dengan mengkoordinir semua produk pelaku UKM terutama dari ibu-ibu.

“Awalnya, terkumpul 146 jenis produk olahan yang dipasarkan di Gerai Gemas di Wanasari, Cibitung. Sekang jumlahnya sudah mencapai 170-an produk meskipun baru sebulan lebih beroperasi,” ungkap Dian.

Arkani, pengurus lainnya menambahkan,  saat ini masih fokus untuk tim online guna menawarkan produk yang ada di Gerai Gemas. Karena imbuhnya, saat ini pelaku UMKM tidak punya pilihan cara pemasaran lainnya di tengah pembatasan karena Covid-19. Karena larangan mengundang orang berkumpul dan lainnya.

“Kami hanya optimis selain online, marketing juga jalan menawarkan ke pabrik, ibu pengajian dan lainnya agar membeli produk yang tersedia di Gemas,” ujarnya mengaku strategi lainnya menyediakan tester dari masing-masing produk yang ditawarkan.

Untuk respons pasar jelasnya, memang lagi sulit di tengah pandemi. Salah satunya larangan berkumpul dan lainnya tersebut. Tapi imbuhnya, Gemas terus meyakinkan kepada pelaku UKM bahwa tidak ada pilihan lain, selain tetap bertahan dengan segala kondisi seperti sekarang.

“Yang penting produk pelaku UKM laku, tanpa memikirkan persentase keuntungan bagi yang mengkoordinir dari Gemas. Ini adalah cara kami agar pelaku UKM tetap bertahan di tengah kesulitan seperti sekarang,” tegas Arkani karena Gemas murni ingin memfasilitasi pelaku UKM.

Salah seorang pengurus menunjukkan produk UKM yang ditampung dan dipasarkan di Gemas Wanajaya, Selasa (2/3/2021). Foto: Muhammad Amin

Untuk omzet, meski baru sebulan lebih beroperasi,  sudah di atas Rp10 juta. Diakui memang belum maksimal.

Namun tentunya tidak ada pilihan lain di tengah kesulitan ekonomi yang terjadi seperti sekarang. Terus mengoptimalkan agar gerai Gemas yang berlokasi di Perumahan Gramapuri Tamansari, Jl. Boulevard Gramapuri, Wanasari, Cibitung, Bekasi, bisa selalu menggeliat.

bekasiCovidgemasikonJabarmakananminumanpandemiprodukUMKM
Comments (0)
Add Comment