Ini Strategi Semarang Zoo Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Kondisi pandemi covid-19 memberikan efek yang berat terhadap pariwisata, termasuk Semarang Zoo dan lembaga konservasi. Terlebih, pada kebun binatang di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Direktur PT Taman Satwa Semarang, Choirul Awaludin, sebagai pengelola Semarang Zoo dalam diskusi ‘Apakabar Semarang Zoo?’, yang digelar secara daring di Semarang, Senin (1/3/2021). Foto Arixc Ardana

“Sebagai lembaga konservasi, Semarang Zoo juga memiliki hewan-hewan yang dilindungi oleh undang-undang. Hewan yang dilindungi atau pun yang lainnya, juga harus diperhatikan dari segi kesehatan, kenyamanan hingga ketersediaan pakan, sesuai kebutuhan hewan tersebut,” papar Direktur PT Taman Satwa Semarang, Choirul Awaludin, sebagai pengelola Semarang Zoo dalam diskusi ‘Apakabar Semarang Zoo?’, yang digelar secara daring di Semarang, Senin (1/3/2021).

Dijelaskan, dalam pemenuhan kebutuhan pakan tersebut, salah satunya berasal dari penjualan tiket. Namun selama pandem covid-19, jumlah pengunjung kebun binatang di obyek wisata milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tersebut, juga berkurang dan dibatasi.

“Ini yang menjadi tantangan kita, meski pendapatan kita menurun selama pandemi, namun kita dituntut untuk tidak mengurangi porsi pakan hewan. Kita harus kreatif dalam membuat kegiatan, yang mampu menarik minat pengunjung. Namun tentu saja, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Saat ini untuk pengembangan, pihaknya tengah membuat master plan, pembenahan pada 2021, sehingga diharapkan pada 2022 ada perubahan. Terlebih saat ini, Semarang Zoo sudah menjadi badan usaha milik daerah (BUMD).

“Dalam proses pembangunan itu, kita akan tetap buka, karena kita juga harus menghidupi koleksi hewan yang ada di Semarang Zoo. Dalam rencana pengembangan ini, kita juga mengajak masyarakat, untuk ikut bergabung, tidak hanya sebagai pengunjung namun juga investor,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari menjelaskan, Semarang Zoo saat ini dikelola secara profesional oleh perusahaan terbatas (PT), namun dimiliki Pemkot Semarang.

“Sektor pariwisata di saat pandemi ini, mempunyai dua tugas. Kami harus tetap menggerakkan roda perekonomian, namun juga tetap menjaga kesehatan pengunjung dan pengelola, agar terhindar dari penyebaran covid-19,” jelasnya.

Di satu sisi, pandemi covid-19, juga menjadi tantangan bagi pengelola obyek wisata di Kota Semarang, untuk berinovasi. Misalnya dengan menghadirkan wahana baru atau atraksi baru, yang mampu menarik minat pengunjung.

“Namun sekali lagi, kesemuanya dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Termasuk di Semarang Zoo, dengan adanya Zoo Adventure. Berupa wisata jeep offroad, berkeliling jelajah ke hutan, dengan durasi kurang lebih 3 jam. Pengunjung juga akan diajak berkunjung ke desa wisata yang ada,” terangnya.

Pihak pun berharap beragam inovasi yang dilakukan, obyek wisata di Kota Semarang, bisa tetap bertahan di tengah pandemi covid-19.

Jatengsemarang
Comments (0)
Add Comment