Jata Kapa Sikka Layani Order Jahitan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sentra Industri Kecil dan Manengah (IKM) Jata Kapa yang dikelola Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memproduksi pakaian motif tenun ikat.

“Semua mesin siap berproduksi namun masih terkendala pesanan yang masih sepi,” ucap Abdul Hadi, seorang karyawan di sentra IKM Jata Kapa, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (2/3/2021).

Salah seorang penjahit sekaligus teknisi di Sentra IKM Jata Kapa milik Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, NTT, Abdul Hadi, saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (2/3/2021). Foto: Ebed de Rosary

Abdul menyebutkan, di sentra IKM Jata Kapa semua mesin telah siap berproduksi baik mesin jahit, obras, pelubang kancing hingga mesin bordir.

Dia mengatakan, saat ini terdapat 5 penjahit yang selalu siap menjahit berdasarkan pesanan pelanggan baik perorangan maupun lembaga atau instansi.

“Semua mesin sudah siap berproduksi dan hampir setiap hari selalu saja ada pesanan dari pelanggan perorangan baik menjahit baju atau pun tas,” ungkapnya.

Abdul mengatakan, dampak Covid-19 membuat pelanggan memang sepi, sehingga pihaknya hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut di antara kolega sendiri.

Selain baju, ucapnya, pihaknya pun menjahit celana, tas, topi dan lainnya sesuai pesanan pelanggan termasuk dengan motif kain tenun yang disukai.

“Kita sedang melakukan pemeliharaan mesin agar mesinnya bisa siap saat pesanan meningkat. Kami juga sedang mempersiapkan pelatihan bagi para penjahit agar saat pesanan meningkat tenaga kerja juga sudah siap,” ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM, Yosef Benyamin, melalui staf Bidang Perindustrian Rino mengatakan, saat ini memang sentra Jata Kapa memang masih sepi.

Rino menjelaskan, untuk menjahit memang pihaknya baru memulai dan masih belum banyak pesanan karena memang sedang lesu akibat dampak pandemi Corona.

“Memang masih sepi tapi sudah ada beberapa orang yang memesan motif kain tenun sebanyak 52 lembar dengan motif berbeda. Motif yang dipesan memang sudah terdaftar dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual atau HAKI dan terdaftar di Kemenkumham,” ujarnya.

Rino menambahkan, tenaga kerja yang ada di sentra IKM Jata Kapa ada 15 orang, 8 orang penenun, 5 penjahit, 1 desainer dan seorang penganyam sekaligus penjahit.

“Tenaga kerja yang ada di sentra IKM Jata Kapa bekerja setiap hari dari jam 07.30 WITA sampai 16.00 WITA sesuai Upah Minimum Regional (UMR),” ungkapnya.

Covidjahitanjata kapakainmotifNTTPelatihanPenjahitsentratenunUMKM
Comments (0)
Add Comment