Kreativitas Usaha Tingkatkan Nilai Jual Olahan Berbahan Ikan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Usaha berbasis ikan laut jadi salah satu penggerak ekonomi di Bandar Lampung. Kreativitas usaha jadi salah satu faktor meningkatkan nilai jual olahan berbahan ikan.

Dedi Haryanto, salah satu pedagang di Jalan Sriwijaya, Enggal, Bandar Lampung menyebut bakso berbahan ikan banyak diminati. Lokasi usaha di Elephant Park menjadi tempat mendapat pelanggan.

Bakso ikan sebutnya diperoleh dari sejumlah produsen di Teluk Betung. Ia menyiapkan dalam bentuk bulat, kotak, oval yang disajikan bersama kuah ikan, sambal, saos dan kerupuk pangsit. Sistem penjualan dengan menggunakan gerobak modifikasi memungkinkan untuk berpindah lokasi.

Ia menjual satu porsi lengkap dengan kuah seharga Rp10.000. Satu butir bakso rasa ikan dijual seharga Rp2.000. Pangsa pasar sebutnya cukup potensial terutama kala musim penghujan. Kuah menghangatkan dengan bakso berbahan ikan jadi alternatif untuk menjaga stamina tubuh.

“Usaha menjual bakso dengan memakai gerobak dorong masih tetap bertahan saat pandemi, tidak ada kendala karena saya berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mendapatkan konsumen dengan omzet rata rata perhari Rp300.000 hingga Rp500.000,” terang Dedi Haryanto saat ditemui Cendana News, Selasa (2/3/2021).

Meski tetap bisa berjualan, Dedi bilang omzet terpengaruh oleh pembatasan aktivitas warga. Paling minim ia masih bisa mendapat Rp150.000.

Kebutuhan akan ikan laut untuk bahan baku kuliner mendorong permintaan dari pasar tradisional. Rusmiati, pedagang ikan di pasar Gudang Lelang, Teluk Betung bilang ikan laut jadi bahan kuliner. Ia menyediakan ikan laut dari jenis tenggiri, tongkol, kiter, kuniran, kurisi seharga mulai Rp30.000 hingga Rp60.000 perkilogram. Sebagian pelanggan membeli ikan untuk diolah menjadi ikan giling untuk bahan bakso, pempek, otak otak, siomay.

Rusmiati, salah satu pedagang ikan di pasar Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung menyiapkan ikan untu bahan paku pembuatan pempek, otak otak, siomai dan bakso, Selasa (2/3/2021). Foto: Henk Widi

Pasokan tangkapan ikan yang lancar sebut Rusmiati mendorong bahan baku ikan giling lancar. Berbagai jenis ikan segar yang dijual sekaligus jadi pasokan bagi usaha kuliner warung makan seafood.

“Kini aktivitas pasar kembali normal sehingga transaksi jual beli ikan lancar,” cetusnya.

Ginawati, pemilik usaha penggilingan ikan menyebut usaha kuliner mendorong tingginya permintaan ikan giling. Per kilogram ikan giling berbahan kiter, tenggiri, kurisi dijual mulai harga Rp75.000 hingga Rp100.000. Pelanggan dominan pelaku usaha pembuatan pempek, otak otak, bakso dan siomay.

Beberapa hasil tangkapan ikan yang bisa diolah menjadi produk kuliner berpotensi jadi sumber usaha baru. Usaha kuliner berbahan baku ikan ikut mendapat dampak positif dari sektor pariwisata tersebut.

Bandar LampungLampungolahan ikan
Comments (0)
Add Comment