LPEI Dukung UMKM Berorientasi Ekspor

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA– Sebagai lokomotif penggerak ekonomi nasional, upaya pemulihan UMKM terus menjadi prioritas pemerintah. Melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas untuk membangkitkan kembali UMKM, khususnya yang memiliki orientasi ekspor.

Kepala Divisi Advisory Services LPEI, Gerald Setiawan Grisanto, menegaskan, LPEI siap membantu UMKM nasional, agar dapat menembus pasar global sekaligus memfasilitasi produk mereka dapat dipromosikan di global marketplace seperti Alibaba.

“Kami fokus memberikan dukungan bantuan pada UMKM terdampak Covid-19 terutama UMKM yang berorientasi ekspor. Kami pun mendorong agar semua pihak bersinergi supaya proses pemulihan ekonomi terutama sektor UMKM dapat bangkit lebih cepat,” ujar Gerald dalam webinar bertajuk ‘Dukungan Pemerintah bagi UMKM dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional’,”  Selasa (2/3/2021).

Gerald menambahkan, selama pandemi, LPEI memiliki peran yang lebih luas dibandingkan perbankan biasa karena mampu memberikan pembiayaan, penjaminan, juga jasa konsultasi yang dapat dilakukan secara beriringan. Peran tersebut diberikan kepada LPEI agar mampu mendorong pertumbuhan ekspor.

Dijelaskan, untuk UMKM yang telah melakukan ekspor, memungkinkan mendapatkan pembiayaan komersial dari LPEI. Sementara bagi UMKM yang belum ekspor tapi sudah berorientasi ekspor, LPEI telah bersinergi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bea Cukai untuk membantu melalui berbagai program.

’’Salah satunya adalah program CPNE (Coaching Program for New Exporters) sehingga diharapkan para pelaku UMKM dapat melakukan ekspor, mampu mengelola bisnis lebih baik, dan memperkuat relasi,’’ kata Gerald.

Disampaikan Gerald, usaha yang di-support dalam rangka ekspor, seperti UMKM yang menjadi supplier kepada eksportir. Jika UMKM belum melakukan ekspor, maka dapat mengikuti program jasa konsultasi dengan biaya yang sangat ringan. Tahun ini UMKM di daerah Solo, Bali, Medan, akan mendapatkan pelatihan dari LPEI.

Sementara itu, Sumiaji, salah satu pelaku UMKM kerajinan, yang mendapat pelatihan dari program CPNE LPEI, mengaku sangat terbantu karena kini dapat melakukan ekspor, mampu mengelola usaha dengan lebih disiplin, juga memperoleh relasi yang lebih luas sehingga produknya dapat menembus pasar global.

’’Pada 2014, kami ikut CPNE LPEI selama hampir satu tahun. Pada April 2015 kami sudah mampu melakukan ekspor perdana sebanyak satu kontainer. Produk kami diekspor ke Ukraina, Amerika, juga negara Eropa. Semasa pandemi, kami tetap mampu melakukan ekspor hingga dua kontainer per bulan. Bahkan mendapat kontrak satu tahun untuk ekspor ke Malaysia. Kami mendapat banyak manfaat dari program CPNE LPEI,’’ tutur Sumiaji.

Di masa pandemi, ia pun aktif bersinergi berkolaborasi dengan para pelaku UMKM berorientasi ekspor lainnya, untuk bersama-sama membuka pasar dan mencari solusi jika ada kendala. Misalnya, bersama berbagi beban dalam hal pengurusan biaya kontainer untuk ekspor produk. Ini perlu dilakukan agar dalam proses ekspor tidak terjadi delay yang lama.

Berdasarkan pengalamannya tersebut, Sumiaji mengajak para pelaku UMKM agar mulai disiplin mengelola keuangan, melakukan pencatatan, karena hal itu menjadi salah satu syarat agar mereka mendapatkan dukungan dari LPEI.

’’Kami juga akan berbagi pengetahuan terkait ilmu ekspor ke UMKM lain. Banyak manfaat ikut program CPNE LPEI seperti berkesempatan ikut pameran, mengelola bisnis lebih baik, mendapat relasi untuk memperkuat bisnis,’’ pungkas Sumiaji.

Bea CukaieksporJakartakemendagLPEIPelatihanprogramUMKM
Comments (0)
Add Comment