Mal Pelayanan Publik Kota Bekasi Diharapkan Mampu Tarik Investor

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo, mengingatkan, agar aparatur negara di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat dapat menghadirkan pelayanan dengan mengedepankan keramahan.

“Saya berharap Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bekasi dapat memberikan pelayanan secara konsisten dan berkelanjutan, memelihara dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang sudah tersedia,” ungkap Menpan Tjahjo Kumolo, saat meresmikan MPP Kota Bekasi, Rabu (10/3/2021).

Dikatakan MPP Kota Bekasi harus memberi dampak dalam meningkatkan koordinasi dengan lintas instansi sehingga semakin banyak jenis layanan yang diberikan sesuai kebutuhan masyarakat.

Penyelenggaraan MPP merupakan sebuah terobosan untuk mengikis anggapan pelayanan pemerintah yang berbelit, lambat, mahal, dan tidak pasti.

Untuk itu, penyelenggara pemerintahan harus menempatkan masyarakat sebagai aspek terdepan dan prioritas, membangun institusi publik yang berintegritas, responsif melayani dan aktif, serta memberdayakan rakyat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan kebijakan publik.

Menurutnya, sebagai kota strategis penyangga ibu kota Jakarta, Kota Bekasi memiliki peluang tersendiri untuk menarik investor. Oleh karenanya, kemudahan berusaha harus didorong melalui pembangunan MPP sehingga diharapkan dapat memangkas prosedur pelayanan yang panjang dan berbelit-belit.

Dengan penerapan tersebut diyakini dapat menarik minat masyarakat, investor, dan juga calon investor untuk datang ke MPP Kota Bekasi yang diberi nama Grha H. Dudung T. Ruskandi tersebut.

MPP ke-36 di Indonesia ini menerapkan teknologi informasi yang juga sejalan dengan pembangunan sistem perizinan terintegrasi oleh pemerintah. Dengan dibangunnya sistem daring ini dapat mengintegrasikan pasar besar dalam satu kesatuan investasi nasional.

Menurut Menteri Tjahjo, MPP ke-4 di Jawa Barat ini dihadirkan oleh negara dengan melihat potensi besar daerah untuk mendatangkan devisa, menyerap investasi yang luas, serta mengembangkan komunitas UMKM sebagai pilar ekonomi daerah.

“Prinsipnya, perizinan dan pelayanan dibuat ringkas, sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi setempat,” tegasnya.

Konsep MPP pada dasarnya adalah frame work generasi baru pelayanan publik terpadu di Indonesia.

Dimana pada generasi pertamanya adalah Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA), lalu generasi kedua bernama Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan yang ketiga adalah MPP.

MPP lebih progresif karena memadukan PTSA dan PTSP termasuk di dalamnya pelayanan dari pemerintah pusat, daerah, dan swasta dalam satu tempat.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan, MPP yang berlokasi di Bekasi Trade Center (BTC) Mal lantai ground ini merupakan hadiah hari ulang tahun ke-24 Kota Bekasi. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan yang terintegrasi, cepat, mudah, transparan serta nyaman.

Dilengkapi dengan adanya berbagai fasilitas pendukung seperti mesin antrean, mesin anjungan dindukcapil mandiri, tv antrean gerai layanan untuk masyarakat berkebutuhan khusus, lounge investasi, gerai nikah, juga ada sarana ibadah, ruang bermain anak, ruang laktasi, pojok baca dan coffee corner.

“Hal ini untuk mewujudkan kepuasan masyarakat Kota Bekasi dalam pengurusan proses pelayanan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan selama pandemi covid-19 secara optimal,” ungkapnya.

Pihaknya juga berkomitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui inovasi, kerja keras, dan konsisten.

Bang Pepen juga mengatakan, kehadiran pelayanan modern di Kota Bekasi ini dapat menjadi daya tarik investor dan calon investor dalam pengurusan perizinan dan non-perizinan.

Hal tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah Kota Bekasi dalam meningkatkan investasi dengan jaminan kepastian dan kecepatan dalam proses perizinan yang ada.

“Dengan adanya MPP Graha H. Dudung T. Ruskandi ini, diharapkan kepada seluruh kementerian, lembaga, perangkat daerah, BUMN dan BUMD yang tergabung dalam MPP dapat mengoptimalkan peran, yakni selalu menciptakan berbagai inovasi dan kreativitas pelayanan yang dapat dirasakan kemudahannya oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa nama H. Dudung T. Ruskandi digunakan pada MPP Kota Bekasi dikarenakan nama yang dimaksud merupakan salah satu penggagas unit pelayanan satu atap di Kota Bekasi yang merupakan cikal bakal terbentuknya MPP di Kota Bekasi.

bekasiDaringdevisaintegrasiInvestasiinvestorJabarMalpubliksistem
Comments (0)
Add Comment