Menabung, Cara Kelompok ‘Modal Kita’ Bayar Angsuran di Masa Pandemi

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sebagai upaya mengatasi persoalan kredit macet, Kelompok Modal Kita (Tabur Puja) SHS Pringwulung II yang berada di bawah Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, mendorong seluruh anggotanya untuk menabung secara rutin setiap bulannya. 

Kegiatan menabung ini diharapkan dapat meringankan beban anggota yang kesulitan membayar angsuran bulanan, akibat pandemi Covid-19.

Ketua kelompok Modal Kita/Tabur Puja SHS Pringwulung II, Tri Rubini (61), menyebut ada 18 anggota di kelompoknya yang mengajukan pinjaman modal usaha ke Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit. Masing-masing mengajukan pinjaman dengan besaran bervariasi antara Rp2juta-Rp3juta hingga Rp5juta.

Dari 18 anggota tersebut, tercatat sebagian besar diantaranya mengalami persoalan kredit macet. Mereka tak bisa membayar angsuran bulanan, karena pendapatan mereka menurun drastis selama beberapa bulan terakhir akibat pandemi Covid-19.

“Mayoritas warga yang mengajukan pinjaman modal usaha adalah para pedagang kecil, seperti pedagang bakso keliling, bakwan kawi, siomay, dan lainnya. Mereka biasanya berjualan di luar kota. Namun selama pandemi ini, mereka tak bisa berjualan dan hanya menganggur di rumah. Sehingga, tak punya penghasilan,” katanya, belum lama ini.

Dikatakan, besaran tunggakan angsuran bulanan yang dialami anggota kelompok Modal Kita SHS Pringwulung II pun bervariasi. Ada yang menunggak 1 bulan, 2 bulan, hingga 3 bulan, tergantung kondisi ekonomi masing-masing anggota.

“Karena tidak bisa berjualan seperti biasa, warga hanya dapat penghasilan dari bertani dan kerja serabutan. Karena itu, mereka kita dorong untuk meyisihkan dan menabung setiap hari. Berapa pun jumlahnya, nanti bisa untuk membayar angsuran. Apalagi, pihak koperasi juga memfasilitasi,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri, menerapkan sistem pendekatan “Door to Door” dalam melakukan proses penagihan angsuran bulanan, bagi anggota koperasi yang mengalami kesulitan ekonomi selama pandemi Covid-19 ini.

Pendekatan ini dilakukan sebagai bentuk inovasi dalam memberikan kemudahan sekaligus layanan bagi seluruh anggota. Khususnya dalam mengatasi persoalan kredit macet yang dialami hampir mayoritas anggota koperasi, sebagai dampak pandemi setahun terakhir.

Untuk meringankan beban anggota, pengurus koperasi juga melakukan inovasi dengan memberikan kesempatan bagi nasabah, untuk membayar cicilan bulanan sesuai kemampuan masing-masing. Yakni, dengan cara dikumpulkan atau ditabung selama satu bulan hingga memenuhi besaran nominal angsuran.

Sejak 2018, Yayasan Damandiri menetapkan Desa Krambilsawit sebagai desa binaan melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari. Sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga desa, Yayasan Damandiri menggelontorkan dana mencapai Rp2,97 miliar.

Dana tersebut disalurkan Koperasi kepada seluruh anggota, sebagai modal untuk memulai dan mengembangkan usaha warga. Sehingga diharapkan pendapatan dan kesejahteraan seluruh warga desa makin meningkat.

Hingga periode 2020, Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit tercatat telah mampu memutar dan menyalurkan dana pinjaman modal usaha dari Yayasan Damandiri hingga Rp4,741 miliar. Atau berkembang sekitar 37 persen dari modal awal yang digelontorkan sebanyak Rp2,97 miliar.

Jumlah warga desa anggota koperasi penerima manfaat sekaligus pelaku UKM yang mengakses pinjaman modal usaha ini juga tercatat meningkat hingga 400 persen, dari saat awal program Desa Cerdas Mandiri Lestari dicanangkan. Dari 315 orang pada 2018, menjadi 1.258 orang pada 2020.

angsuranDIYgunung kidulKoperasiKrambilsawitModalPinjamanYogyakarta
Comments (0)
Add Comment