Pandemi, Maksimalkan Pemanfaatan Sampah jadi Bahan Baku Ekonomi

JAMBI  – Pemerintah Provinsi Jambi mendukung gerakan pemanfaatan sampah menjadi bahan baku ekonomi terutama di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

“Di masa pandemi COVID-19 kondisi ekonomi dalam keadaan sulit, pengolahan sampah menjadi bahan ekonomi bisa menambah pendapatan masyarakat dan membuka lapangan kerja,” kata Penjabat Gubernur Jambi, Hari Nur Cahya Murni di Jambi, Selasa.

Dijelaskan Hari Nur Cahya Murni, pemanfaatan sampah menjadi bahan baku ekonomi di masa pandemi COVID-19 saat ini selaras dengan kebijakan pemerintah, yakni pemulihan ekonomi nasional. Hal tersebut didukung data terkini, dimana pengolahan sampah termasuk salah satu sektor usaha yang tahan banting selama pandemi COVID-19.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 November 2020, sektor tersebut justru mengalami pertumbuhan positif. Sektor pengadaan air, pengelolaan sampah dan limbah merupakan sektor yang tumbuh sangat tinggi, yaitu tumbuh sebesar 6,04 persen.

“HPSN 2021 dijadikan platform untuk memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah sebagai pendorong pertumbuhan perekonomian Jambi, Sekaligus sebagai perwujudan dari salah satu prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan, yaitu sampah menjadi sumber daya, pelaksanaan ekonomi sirkular dan sampah menjadi sumber energi,” kata Hari Nur Cahya Murni.

Komunitas Earth Hour Jambi mendorong pemanfaatan sampah menjadi bahan bahan ekonomi, seperti memanfaatkan sampah botol minuman menjadi anyaman tas belanja, vas bunga dan bahan bahan ekonomi lainnya.

Selain itu, Komunitas Earth Hour Jambi turut mendorong materi pengelolaan sampah berkelanjutan menjadi salah satu materi dalam mata pelajaran muatan lokal. Dimana pendidikan tentang peduli terhadap sampah dan lingkungan tersebut harus di tanamkan sejak dini kepada peserta didik.

Tidak hanya materi muatan lokal pada jenjang SMA sederajat, namun juga pada jenjang pendidikan SMP dan SD sederajat.

“Kita sangat mendukung materi tersebut masuk dalam salah satu materi dalam mata pelajaran muatan lokal, dan akan lebih baik jika tidak hanya tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah namun juga dimasukkan tentang lingkungan, tradisi dan budaya serta kearifan lokal masing-masing daerah,” kata Hari Nur Cahya Murni. (Ant)

BotolCovidJambiLimbahminumanSampahsektor
Comments (0)
Add Comment