Pembudidaya Lada Dapatkan Untung Ganda dari Sistem Polikultur

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Budidaya tanaman rempah jenis lada atau piper nigrum potensial dikembangkan dengan sistem polikultur. Jenis tanaman bumbu kuliner, bahan obat herbal penghangat badan dikembangkan dengan tekhnik vegetatif memakai batang.

Mugiono, petani di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan membudidayakan lada sejak puluhan tahun silam. Sistem polikultur memakai batang dilakukan untuk meningkatkan produksi, tanpa mengganggu tanaman pokok.

“Sistem budidaya polikultur dilakukan agar petani bisa mendapatkan hasil dari beragam tanaman, di antaranya buah jengkol, durian. Lada yang saat ini memasuki masa menguning sehingga sebagian bisa dipanen dengan proses bertahap,” terang Mugiono saat ditemui Cendana News, Senin (1/3/2021).

Satu kali panen per tanaman bisa mendapatkan hasil rata rata dua kilogram. Semakin tinggi tanaman yang merambat produksi buah akan meningkat.

Proses penanaman bibit baru menurutnya mulai menerapkan sistem stek kemudian disemai pada polybag lalu dipindahkan ke media tanam. Ia memilih batang tanaman yang telah berbuah lebat agar bibit bisa menghasilkan. Harga buah lada pada level petani sebut Mugiono bisa mencapai Rp70.000 hingga Rp80.000 perkilogram.

Selain melakukan pemanenan lada pada Februari hingga Maret, sebagian petani juga memanen jengkol dan durian.

Mugiono, petani penanam lada di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan memanen lada yang mulai menguning, Senin (1/3/2021). Foto: Henk Widi

Petani lada lain bernama Ahyar di Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan menyebut lada jadi komoditas menjanjikan. Ia bisa mengembangkan tanaman itu hanya dengan stek batang untuk perbanyakan. Proses budidaya lada rambat tidak terlalu sulit karena hanya butuh pupuk dan perawatan.

“Manfaat sistem penanaman polikultur asupan pupuk untuk tanaman lain bisa memupuk tanaman lada,” beber Ahyar.

Sukirman, petani lain di desa yang sama menyebut budidaya lada sistem polikultur sangat prospektif. Ia bisa melakukan penanaman pada tanaman jenis jati ambon, karet. Tanpa mengganggu tanaman induk lada tetap bisa menghasilkan.

Peremajaan tanaman lada sebutnya mudah dilakukan dengan memilih varietas cepat berbuah. Meski demikian ia memilih jenis lada rambat dengan batang puluhan meter.

Sistem polikultur pada lada rambat sebutnya jadi waktu tunggu tanaman induk berbuah. Pada tanaman durian yang bisa berbuah saat usia enam tahun ia masih bisa memanen lada setiap tahun.

Pemberian pupuk, pemeliharaan yang baik berpotensi membuat ia bisa memanen ratusan kilogram lada basah. Setelah lada dikeringkan ia menjualnya ke pengepul dengan harga puluhan ribu per kilogram. Puncak panen lada sebutnya akan terjadi akhir Maret mendatang.

ladaLampungLamsel
Comments (0)
Add Comment