Penerima Vaksin COVID-19 di Indonesia Bertambah Menjadi 2.888.757 Orang

JAKARTA – Satgas Penanganan COVID-19 mencatat, jumlah penerima vaksin COVID-19 di Indonesia pada 7 Maret 2021 bertambah sebanyak 336.492 orang. Sehingga total saat ini yang sudah divaksin menjadi 2.888.757 orang.

Dari 2.888.757 orang yang telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19, terdapat 1.133.787 orang yang sudah menjalani proses penyuntikan dosis kedua atau bertambah 3.263 orang dari Sabtu (6/3/2021).

Sasaran vaksinasi bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) saat ini berada di angka 1.468.764 orang. Pemerintah menargetkan, akan memvaksin terhadap 40.349.051 penduduk Indonesia hingga Juni 2021. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan kekebalan kelompok atau herd immunity dari penyakit yang disebabkan karena virus SARS-CoV-2 itu.

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia hingga Minggu (7/3/2021) bertambah 5.826 pasien, dari sebelumnya 1.373.836 orang. Sehingga kini naik menjadi sebanyak 1.379.662 pasien. Sementara kasus sembuh bertambah sebanyak 5.146 pasien dari sebelumnya 1.189.510 menjadi 1.194.656 pasien. Jumlah kasus meninggal bertambah 112  dari 37.154 menjadi 37.266 orang.

Sementara itu, sebanyak 2.263 pelayan publik di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah mendapat vaksin COVID-19 jenis Sinovac, pada vaksinasi tahap kedua dosis pertama.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan, vaksinasi tahap kedua diberikan untuk pelayan publik sebanyak 2.556 orang, namun yang melakukan registrasi sebanyak 2.471 orang atau 96,7 persen.

Dari 2.471 yang melakukan registrasi, pelayan publik yang telah divaksin sebanyak 2.263 orang atau 88,5 persen, 191 orang atau 7,7 persen ditunda. dan 17 orang atau 0,7 persen tidak memenuhi syarat. “Pada pekan kedua Maret 2021, pihaknya akan melanjutkan vaksinasi kepada sasaran yang belum divaksin pada pekan pertama,” ungkap Baning.

Pemkab Kulon Progo, saat ini kembali mendapat kiriman vaksin sebanyak 850 vial, yang bisa digunakan untuk memvaksin sebanyak 3.500 sasaran. “Kami akan memvaksin pelayan publik terlebih dahulu, kemudian sasaran lainnya, yakni pedagang, dan seterusnya,” katanya.

Baning mengatakan, pada vaksinasi tahap pertama, dengan sasaran tenaga kesehatan, memiliki target sasaran 3.739 orang. Yang melakukan registrasi ulang 3.739 orang atau 100 persen.

Namun, dari total yang registrasi, jumlah tenaga kesehatan yang dapat divaksin sebanyak 3.027 orang atau 81 persen, ditunda 435 orang atau 11,6 persen, dan tidak memenuhi 277 orang atau 7,4 persen. “Kami memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan yang ditunda untuk melakukan vaksinasi tahap selanjutnya,” pungkasnya. (Ant)

bio farmakacoronaCOVID-19DIYJakartakulon progoLansiapandemicsatgas covid-19Sinovacvaksin
Comments (0)
Add Comment