Tanjakan Langit, Destinasi Favorit Pecinta ‘Offroad’ di Bandung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Setiap akhir pekan, ratusan motor trail memadati kawasan offroad Tanjakan Langit yang berlokasi di Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Track yang ada di kawasan ini menjadi jalur favorit bagi para pecinfa offroad.

“Apalagi kalau sedang hujan, track-nya yang basah dan licin bikin suasana offroad semakin seru dan menantang,” ujar Hendra salah seorang Pecinta Offroad asal Arjasari, Kabupaten Bandung kepada Cendana News, Minggu (28/3/2021).

Hendra, salah seorang pecinta offroad asal Arjasari, Kabupaten Bandung saat ditemui di kawasan Tanjakan Langit, Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Minggu (28/3/2021).
Foto: Amar Faizal Haidar

Menurut Hendra, ada empat jalur Tanjakan Langit, yang masing-masing memiliki tingkat kesulitan tersendiri, baik untuk pemula, sedang sampai yang ahli.

“Kalau Tanjakan Langit 1 itu khusus yang sudah ahli. Kalau pemula tidak dianjurkan, karena sulit dan berbahaya. Bahkan kalau hujan tidak ada satu pun yang berani naik. Untuk yang masih pemula, bisa coba di Tanjakan Langit 3 atau 4, karena lebih mudah,” jelas Hendra.

Menurut Hendra, begitu terkenalnya, para pecinta Offroad yang datang ke Tanjakan Langit tidak hanya berasal dari Kabupaten Bandung, tapi juga sampai Kota Bandung dan Sumedang.

“Memang selain track-nya seru dan menantang, di sini juga tarifnya murah, cuma Rp5.000 per motor. Dan uang itu pun sebagian digunakan untuk mengelola kawasan,” ucap Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menyatakan, aktivitas offroad juga menjadi kegiatan yang mengusung solidaritas tinggi. Setiap pengendara pasti akan mengedepakan prinsip gotong royong jika berada dalam kesulitan.

“Jangankan sama satu kelompok, sesama pengendara meskipun tidak saling kenal, tapi kalau melihat ada yang kesulitan pasti saling bantu. Entah itu bantu membangunkan motor yang jatuh, memperbaiki motor yang rusak, sampai saling berbagi makanan. Bahkan, kalau satu motor tidak bisa lanjut ke atas, semua tim pulang, nggak ada yang terus,” papar Hendra.

Sementara itu, Haji Abud, pengelola kawasan Tanjakan Langit mengatakan, bahwa sejak satu dekade lebih, dia dipercaya komunitas motor mengelola jalur tersebut. Dia juga mendirikan warung yang menyediakan kopi malabar, gorengan, mie rebus hingga minum bagi pengunjung.

“Istri buka warung dagangan di sini. Alhamdulillah terbantu kalau secara ekonomi. Kalau ke sini mah syaratnya harus jaga lingkungan, jangan buang sampah. Tempat ini kan tidak semata-mata untuk olahraga motor, tapi juga supaya kita bertambah sadar untuk tetap cinta lingkungan,” tuturnya.

Haji Abud melanjutkan, bahwa awalnya, kawasan itu berupa hutan yang jarang dijamah. Namun, survei jalur motor dilakukan sehingga akhirnya bisa dilalui.

“Tempat ini mulai dilalui komunitas motor sejak 2007-an, itu pun belum seramai sekarang. Tapi sejak lima tahun lalu jadi lebih ramai, pecinta motor cross dari berbagai daerah datang ke sini. Apalagi kalau musim hujan,” pungkasnya.

gorenganhutanJabarjalurKomunitasKopimotormotor crossOffroadpengunjungtanjakan langitwarung
Comments (0)
Add Comment