Dinkes Sikka Optimalkan Vaksinasi untuk Pelayan Publik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapatkan kiriman vaksin Sinovac sebanyak 150 vial atau 1.500 dosis untuk vaksinasi Covid-19 bagi maksimal 750 orang.

“Iya hari ini kami mendapatkan kiriman vaksin Sinovac sebanyak 150 vial,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosephine Francis, MPH, saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, Jumat (23/4/2021).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosephine Francis, MPH saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, Jumat (23/4/2021). Foto: Ebed de Rosary

Clara menyebutkan, vaksin tersebut akan dipergunakan untuk melakukan vaksinasi bagi maksimal 750 orang dengan masih memprioritaskan pada para pelayan publik yang belum mendapatkan suntikan vaksin.

Dia menyebutkan, petugas pelayan publik yang akan mendapatkan suntikan vaksin ini akan diseleksi secara ketat dan diprioritaskan bagi yang pekerjaannya sehari-hari melayani banyak orang.

“Kita masih akan melakukan vaksinasi dosis kedua bagi pelayan publik dan lansia yang akan berlangsung tanggal 7 Mei 2021 nanti. Pemberian dosis kedua saat ini jeda waktunya 28 hari,” ungkapnya.

Clara menyebutkan, hingga saat ini sudah sebanyak 3.077 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang mendapatkan suntikan vaksin Sinovac dan pelayan publik sebanyak 1.724 orang.

Sementara untuk lansia kata dia, baru sebanyak 26 orang sehingga dosis vaksin yang baru diterima hari ini, Jumat (23/4/2021) pun akan diberikan juga bagi para lansia yang telah terdaftar.

“Kita akan melakukan seleksi secara ketat dengan memprioritaskan kepada pelayan publik dan lansia yang memang dalam pekerjaannya setiap hari selalu berinteraksi dengan banyak orang,” tuturnya.

Sementara itu, dr. Asep Purnama, dokter spesialis penyakit dalam RS TC Hillers Maumere yang biasa menangani pasien Covid-19 berharap agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Asep mengatakan, meskipun telah mendapatkan suntikan vaksin namun belum menjamin seseorang tidak tertular Covid-19 sehingga harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Seseorang yang sudah divaksin meskipun tertular Covid-19 akan mencegah gejala yang berat dan komplikasi. Sehingga akan menurunkan jumlah orang yang sakit dan meninggal karena seseorang yang sudah divaksin akan memiliki imunitas untuk melawan virus Corona,” ungkapnya.

coronaCovidNTTprotokolvaksinvialVirus
Comments (0)
Add Comment