Gunakan GeNose, UPGRIS Screening Mahasiswa Peserta PTM

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Bagi Sri Handayani, berkesempatan mengikuti perkuliahan tatap muka (PTM) menjadi kesempatan langka, terlebih sebagai mahasiswa baru yang belum pernah merasakan kuliah di lingkungan kampus.

“Selama ini belum pernah kuliah langsung di kampus, karena masih pandemi covid-19. Jadi perkuliahan dilakukan secara daring atau online,” paparnya, saat ditemui di kampus Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Jumat (23/4/2021).

Meski senang, mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) tersebut, mengaku was-was, terlebih dengan PTM tersebut dirinya harus mengikuti perkuliahan di dalam kelas bersama teman-teman lainnya.

“Awalnya deg-degan, ada rasa khawatir, namun melihat penerapan protokol kesehatan yang ketat, termasuk adanya screening menggunakan GeNose, kekhawatiran tersebut menjadi berkurang. Meski demikian, saya tetap disiplin dalam penerapan prokes. Kalau ada kawan yang kurang disiplin, juga kita sama-sama ingatkan,” tandasnya.

Ya, penggunaan GeNose menjadi salah satu upaya UPGRIS, dalam melakukan screening bagai mahasiswa yang akan mengikuti PTM terbatas di kampus tersebut.

Petugas medis tengah memeriksa hasil tes screening covid-19 menggunakan GeNose, yang dilakukan di kampus UPGRIS Semarang, Jumat (23/4/2021). Foto Arixc Ardana

Sebelum masuk kelas, mereka diwajibkan melakukan screening terlebih dulu. Setelah itu, para mahasiswa ini diharuskan segera masuk ke ruangan perkuliahan masing-masing. Mereka juga dilarang keluar kampus, selama masih ada jam perkuliahan.

“Setiap mahasiswa yang akan mengikuti perkuliahan, wajib melakukan screening terlebih dulu. Nantinya, mereka akan diberi surat keterangan bahwa sudah mengikuti screening dan hasilnya negatif,” terang petugas medis dari Klinik UPGRIS, Ns Erlinda Nilasari SKep, di sela kegiatan screening di kampus tersebut, Jumat (23/4/2021).

Surat tersebut akan ditunjukkan kepada dosen atau petugas yang berjaga, baru mereka diperbolehkan mengikuti perkuliahan.

Erlinda menjelaskan, surat keterangan tersebut hanya berlaku satu hari, pada saat itu, sehingga jika mahasiswa tersebut mengikuti perkuliahan lagi pada esok harinya, harus mengikuti screening kembali.

“Test ini dilakukan setiap hari, selama mahasiswa yang bersangkutan mengikuti perkuliahan,” tambahnya.

Tidak hanya screening, para mahasiswa juga diharuskan menerapkan protokol kesehatan, termasuk menjaga jarak, memakai masker dan menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun.

GenoseJatengsemarangUPGRIS
Comments (0)
Add Comment