Jalankan KBM Tatap Muka, SDN Sukagalih Garut Siapkan Ruang Isolasi

GARUT – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Sukagalih di Kabupaten Garut, Jawa Barat, secara inisiatif menyiapkan ruang isolasi kesehatan. Keberadaanya sebagai fasilitas protokol kesehatan, untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di tengah masih terjadinya wabah COVID-19.

“Di sini juga kami ada UKS (unit kesehatan sekolah), di dalamnya ada ruang isolasi,” kata Kepala SDN 5 Sukagalih, Agus, di sela-sela pelaksanaan uji coba KBM tatap muka di Garut, Senin (19/4/2021).

Pihak sekolah menyiapkan ruang isolasi dan konsultasi kesehatan, untuk memberikan pelayanan cepat apabila ada siswa yang membutuhkan penanganan kesehatan. Selain itu, sekolah juga sudah pasti menyiapkan berbagai fasilitas protokol kesehatan seperti menyiapkan tempat cuci tangan, menyediakan masker baru, dan ruang kelas yang bersih agar lingkungan sehat dan nyaman. “Kita ini dari jauh-jauh sudah mempersiapkan, pertama dari protokol kesehatan mulai dari masker, hand sanitizer, dan disinfektan, dan tempat cuci tangan,” tambah Agus.

Ia menyebut, fasilitas kesehatan untuk mencegah penularan wabah COVID-19 yang disiapkan diantaranya, alat pengukur suhu tubuh, 90 titik tempat cuci tangan, 500 masker medis, serta 15 liter disinfektan. Semuanya bisa digunakan oleh seluruh siswa dan guru selama KBM tatap muka berlangsung. “Mudah-mudahan saja selama kita melaksanakan kegiatan tatap muka ini kita itu bisa melaksanakan sebaik-baiknya,” kata Agus.

Ia menyampaikan dalam uji coba hari pertama KBM tatap muka, hanya diikuti 90 dari 95 siswa. Para siswa dibagi setiap kelasnya 10 orang, dengan waktu belajar selama tiga jam mulai pukul 08.00 sampai 11.00 WIB. Sarana dan prasarana yang dinilai lengkap itu, merupakan upaya sekolah untuk memberikan rasa tenang bagi semua pihak, agar tidak terjadi penularan wabah COVID-19 selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

“Mudah-mudahan saja setelah masa pandemi ini tidak ada hal-hal yang tidak diharapkan, misalkan tingkat kesehatan siswa atau imun menurun, itu yang tidak diharapkan,” tandasnya.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan, hasil peninjauan sekolah yang melaksanakan uji coba KBM tatap muka itu berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan. Penggunaan masker, pengecekan suhu tubuh sebelum masuk sekolah, mengatur jarak, dan menyediakan tempat cuci tangan, semuanya dilaksanakan.

Ia menyampaikan, sejumlah siswa yang mengikuti KBM tatap muka mengaku senang bisa kembali belajar di sekolah dan bertemu kembali dengan teman-temannya maupun guru di sekolah. “Kita lihat anak-anak antusias sekali, anak-anak menyampaikan rasa senang bisa sekolah kembali,” pungkasnya. (Ant)

 

coronaCOVID-19garutJabarKBM Tatap Mukapandemiruang isolasiSD N Sukagalih
Comments (0)
Add Comment