Maksimalkan Lahan Pertanian, Warga Ketapang Ciptakan Wahana Rekreasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Lahan pertanian sawah, kebun yang digarap maksimal bisa menjadi wahana rekreasi.

Bermula dari kecintaan pada kebun, sawah, Lutfi Wardah, warga Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menyulap lahan sawah jadi tempat rekreasi. Hamparan sawah dengan padi jelang menguning, berbagai tanaman buah dan kolam ditata apik.

Penataan apik berkonsep suasana pedesaan tidak menghilangkan fungsi utama sawah dan kebun. Padi yang ditanam siap panen menjadi pemanis wahana yang disebut Bamboe Koening. Lahan seluas dua hektare sebut Lutfi Wardah berupa sawah yang ditanami padi, terpisahkan oleh sungai kecil kebun buah dan bunga dilengkapi kolam.

Konsep agrowisata, florikultura yang dipadukan sesuai passion Lutfi Wardah yang menyukai suasana pedesaan. Ia mengaku pengairan lancar dari aliran sungai membuat keluarganya masih bisa menanam padi.

Sejumlah jembatan bambu terhubung dengan saung jadi pemanis wahana Bamboe Koening. Sejumlah buah pepaya yang mulai menguning, labu madu bisa dijumpai.

“Saya bersama keluarga menyukai suasana pedesaan yang masih alami, semula ingin memiliki tempat istirahat pelepas penat dengan duduk di saung namun akhirnya mulai ada ide dikembangkan jadi tempat rekreasi bernuansa pertanian, kebun dan bunga,” terang Lutfi Wardah saat ditemui Cendana News, Senin (19/4/2021).

Wardah bilang ketersediaan air yang lancar membuat sejumlah tanaman pertanian tumbuh subur. Lahan sawah sebagai tujuan utama dipadukan dengan lahan kebun yang disulap menjadi taman bunga. Bunga jenis celosia, matahari, krokot, kertas dan bunga tembelekan tumbuh subur. Butuh waktu tujuh bulan lebih menyulap lahan sawah jadi tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Meski lahan sawah yang disulap menjadi wahana rekreasi, fungsi utama sawah tidak berubah. Lutfi Wardah menyebut usai tanaman padi dengan usia panen 110 hari, lahan sawah akan kembali digarap.

Nuansa padi menghijau akan diperoleh untuk menikmati suasana area persawahan. Semenjak banyak yang berminat, Bamboe Koening di tepi Jalan Lintas Timur ramai dikunjungi.

“Belum di-launching namun karena warga ingin menikmati suasana alam persawahan, kami buka,” cetusnya.

Area persawahan semakin indah setelah dibuat jembatan, spot foto berupa rumah bambu. Wahana menara bambu yang dibuat menjadi tempat untuk swafoto menjadikan Bamboe Koening banyak dikunjungi.

Masuk satu pekan bulan Ramadan, wahana rekreasi di area persawahan, kebun dan taman bunga jadi tempat menghabiskan waktu jelang berbuka puasa.

Area kebun yang masih tersisa terlihat ditumbuhi pohon buah alpukat varietas unggul. Lutfi Wardah mengaku lahan pertanian yang dikelola bisa menghasilkan manfaat ganda.

Ia masih bisa memanen buah, padi dan juga ikan yang ada di sejumlah kolam. Warga yang ingin melihat suasana sawah juga hanya cukup membayar Rp5.000 per orang untuk pemeliharaan.

“Tahap selanjutnya warga bisa memanfaatkan food court agar bisa berjualan makanan hidangan berbuka puasa atau takjil,” cetusnya.

Suasana sawah dengan padi menguning dinikmati Tari salah satu warga Ketapang di wahana Bamboe Koening, Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Senin (19/4/2021) – Foto: Henk Widi

Tari, salah satu pengunjung Bamboe Koening atau Bambu Kuning mengaku butuh tempat rekreasi. Selama ini lahan pertanian dan kebun hanya menjadi penghasil komoditas pangan.

Namun ia menyebut keberadaan Bamboe Koening jadi pengobat rasa rindu akan suasana pedesaan. Wilayah Ketapang yang dikenal identik dengan pantai sebutnya kembali dikenal sebagai wilayah kaya lahan pertanian.

“Menjadikan sawah sebagai tempat rekreasi sekaligus jadi wahana edukasi generasi muda memaksimalkan fungsi sawah,” cetusnya.

Tari juga menyebut bisa mengedukasi anak usia tanaman padi, bunga dan buah yang ditanam. Kegiatan rekreasi pada lahan sawah yang sejuk dengan tetap menerapkan protokol kesehatan jadi alternatif jelang berbuka.

Ia juga bisa membeli produk pertanian yang dibuat menjadi minuman untuk berbuka. Minuman tersebut diantaranya berbahan buah naga, alpukat, semangka dan melon.

Pengunjung lain bernama Evi Anggraini mengaku menyukai taman bunga di Bamboe Koening. Selama ini ia menyebut rekreasi taman bunga kerap harus pergi ke kabupaten lain.

Namun adanya warga yang mengelola lahan pertanian jadi wahana rekreasi jadi lokasi alternatif dikunjungi. Tempat yang unik di antara sungai, sawah dan kebun menjadi penghias galeri foto untuk akun media sosialnya.

BuahbungakebunlahanLampungPadisawahSungaitanaman
Comments (0)
Add Comment