Puasa Memberi Berkah Pedagang Bahan Olahan Kuliner di Lampung

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Selama Ramadan, pedagang bahan olahan kuliner buka puasa di Lampung mendapatkan berkah. Suwarso,, seorang pedagang buah menyebut, ia menyetok ubi jalar, singkong, labu, pisang dan talas, yang biasa menjadi bahan baku olahan kuliner menu buka puasa.

Bahan baku yang disediakan warga Kelurahan Sumberrejo, Kemiling, Bandarlampung didapatkan langsung dari petani, biasa diolah menjadi produk minuman dan makanan untuk buka puasa.

“Bagi pengepul, buah laku terjual akan menjadi sumber ekonomi bagi petani, ia juga mendapat keuntungan dari penjualan dan pelaku usaha kuliner bisa membuat produk minuman dan makanan untuk menu berbuka dan sahur,” terang Suwarso, kepada Cendana News, Sabtu (17/4/2021).

Konsumen Suwarso adalaj ibu rumah tangga maupun masyarakat pembuat kuliner. Setiap hari, puluhan kilogram ubi jalar, singkong, pisang hingga labu dapat terjual. Omzet meningkat, dari semula hanya ratusan ribu hingga mendekati satu juta rupiah perhari. Ubi jalar, singkong hingga labu dijual Rp3.000 hingga Rp5.000 perkilogram. Berbagai jenis pisang dijual mulai Rp10.000 hingga Rp30.000 persisir.

Berbagai olahan kuliner kekinian yang dipadukan dengan minuman membuat permintaan bahan baku bervariasi. “Pisang paling dominan diminati, namun buah lain juga banyak dipesan untuk hidangan tradisional,” ulasnya.

Hasanudin, pedagang buah di pasar Bambu Kuning menyebut, peluang usahanya membaik di kala Ramadan. Perhari, ia menyediakan dua kuintal melon, semangka dan jeruk. Melon, semangka dan buah lain menjadi pilihan untuk berbuka puasa. Buah segar dijual perkilogram mulai dari Rp6.000 hingga Rp10.000. “Asal pasokan lancar dari petani, distributor maka sektor usaha kuliner akan ikut lancar,” tandasnya.

Pasokan buah segar yang lancar menjadi peluang usaha Nurjayanti, seorang warga Kemiling berjualan hidangan rbuka puasa dengan memanfaatkan tepi jalan. Ia menjual es buah, jus dan olahan es kolak. “Memanfaatkan bahan baku hasil pertanian yang mudah diperoleh saya bisa membuat minuman segar untuk dijual,” tandasnya.

Bermodalkan belajar dari media sosial, Nurjayanti membuat minuman segar yang disajiakan dalam gelas plastik siap minum. Pergelas minuman dijual mulai Rp8.000 hingga Rp10.000.

bahan baku kulinerbuka puasaLampungminuman buka puasapasar tibantakjil
Comments (0)
Add Comment