Tips agar tak Gagal Budi Daya Kaktus dan Sukulen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Sering gagalnya pecinta tanaman saat membudidayakan kaktus dan sukulen adalah karena mereka menerapkan kebiasaan yang salah.

Pemilik Wydplants, Muhammad Habib Widyawan, menyatakan bahwa sukulen dan kaktus ciri utamanya adalah tanaman yang tidak membutuhkan banyak air.

Pemilik Wydplants, Muhammad Habib Widyawan, saat dihubungi Cendana News, Senin (19/4/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Banyak yang mengeluh mereka gagal saat menanam kaktus atau sukulen. Karena cara merawat kaktus dan sukulen berlawanan dengan kebiasaan orang Indonesia. Kalau orang Indonesia kan hobinya menyiram. Beda kalau sukulen atau kaktus, mereka tidak suka kalau terlalu becek,” kata Habib saat dihubungi, Senin (19/4/2021).

Ia menjelaskan dalam budidaya kaktus dan sukulen ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu penyinaran, penyiraman, suhu, media tanam serta hama dan penyakit.

“Kunci budidaya sukulen dan kaktus itu pada media tanamnya. Karena jika perakarannya bagus maka tanaman akan bisa mengakses makanan secara baik dan pertumbuhan tanaman akan baik. Faktor yang lain nanti akan mengikuti,” ujar Dosen Agronomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini.

Karena itu, lanjutnya, sejak 2010 ia memilih untuk membuat media tanam sendiri.

“Kalau untuk kaktus dan sukulen itu harus poros media tanamnya. Caranya dengan menambahkan pasir vulkanik yang berwarna hitam atau menggunakan batu apung. Pasir vulkanik atau batu apung itu akan membantu tingkat porositas media tanam,” tuturnya.

Kendala berikutnya yang dihadapi para pembudidaya kaktus dan sukulen adalah mengenai perbanyakan.

“Banyak fenomena yang menyebabkan perbanyakan kaktus dan sukulen jenis eksotis menantang. Misalnya, tanaman memiliki fenomena biologi khusus, ukuran bunga dan organ kelamin sangat kecil maupun memiliki struktur yang kompleks. Benih yang dihasilkan sedikit dan kualitas perkecambahannya rendah serta bibit tanaman kaktus maupun sukulen sangat rentan pada hama penyakit,” urai Habib.

Perbanyakan kaktus dan sukulen, lanjutnya, bisa dilakukan secara generatif dan vegetatif. Yang tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

bibiteksplanFaseIndukJakartakaktusSukulentanamanvegetatif
Comments (0)
Add Comment