UMKM Harus Kreatif Beradaptasi Digital

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak boleh kehilangan kreativitas dengan beradaptasi pada media digital produktif.

“Pelaku UMKM khususnya bidang fashion harus mampu membangkitkan usahanya untuk berkontribusi pada perekonomian nasional,” ujar Teten, saat membuka InaFashion Smesco Online Expo 2021 di Jakarta, Rabu (21/4/2021), seperti dalam rilis yang diterima Cendana News.

Lebih lanjut dia menegaskan, UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi. Pelaku usaha diharapkan  cepat beradaptasi dalam mengikuti perubahan dan membaca permintaan pasar, serta beralih dari konvensional menjadi digital.

“Pelaku UMKM yang beradaptasi ke digital terbukti mampu bertahan di tengah masa pandemi ini,” tukasnya.

Teten menyebut bahwa data tahun 2020 terdapat kenaikan nilai transaksi e-commerce sebesar 29,6 persen. Yaitu, dari Rp 205,5 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp 266,3 triliun di tahun 2020.

“Baru 18 persen UMKM onboarding dalam platform digital dari total populasi UMKM yang sebanyak 64,2 juta,” ujarnya.

Saat ini kata dia, InaFashion menjadi sangat penting menjadi alternatif untuk mendongkrak penjualan produk UMKM fashion. Bahkan, menjadi penting bagi industri nasional dengan kembali menampilkan produk lokal.

Upaya mendukung pengembangan usaha, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menurutnya, tengah menyiapkan skema pembiayaan bagi UMKM agar meningkatkan kapasitas produksi.

“Pemerintah tengah menyiapkan skema baru pembiayaan untuk mempercepat UMKM naik kelas,” imbuhnya.

Menurutnya, pihaknya menargetkan rasio kewirausahaan Indonesia pada 2021 sebesar 3,55 persen dan 3,94 persen di tahun 2024. Yakni, melalui penciptaan wirausaha muda atau milenial yang inovatif, berkelanjutan, dan menciptakan lapangan pekerjaan dalam satu ekosistem.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, berharap dengan pameran ini pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin selama pandemi.

“Ini untuk meningkatkan penjualan secara digital dan memperluas jaringan bisnisnya hingga ke mancanegara,” ujar Budihardjo pada acara yang sama.

Menurutnya, pameran online inaFashion Smesco Online Expo 2021 merupakan salah satu terobosan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional, dan juga Bangga Buatan Indonesia, Hari Konsumen Nasional, serta untuk memperingati Hari Kartini.

Pameran ini juga merupakan solusi di mana menjelang lebaran terdapat larangan mudik. Di pameran ini, pelaku UMKM di seluruh Indonesia tidak perlu datang ke Jakarta, tapi cukup datang ke pameran ini untuk membeli bahan-bahan baku yang diperlukan.

“Sehingga pelaku UMKM tetap dapat melakukan produksi dan barang hasil produksinya dapat dijual ke anggota Hippindo,” imbuhnya.

Pameran InaFashion Smesco Online Expo 2021 dapat diakses secara online selama 24 jam.

Melalui pameran ini, Budihardjo berharap pelaku usaha di dalam negeri maupun luar negeri dari skala besar, menengah, kecil, serta pemangku kepentingan di sektor industri tekstil dan produk tekstil dapat bertemu.

digitalIndustriJakartapameranproduktekstilUMKM
Comments (0)
Add Comment