Bersih-bersih Rumah Sambut Lebaran Wujud Bakti ke Orang Tua

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Tradisi pembersihan rumah dan masjid jelang hari raya Idulfitri masih dipertahankan warga Lampung Selatan. Tiga hari jelang lebaran, rangkaian pembersihan dilakukan di area rumah dan mempercantik tampilan rumah. Selain rumah yang akan digunakan menyambut tamu, kerabat, pembersihan juga dilakukan pada masjid tempat ibadah.

Sumianto, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, bergotong royong membersihkan rumah sang ibu. Sebagai rumah batih atau inti, tempat sang ibu akan menjadi tempat berkumpul keluarga besar. Tradisi sungkeman usai salat Id membuat rumah inti dipercantik. Pembersihan dilakukan oleh anak dan sejumlah cucu. Bagian kaca dilap, dinding dicat ulang dengan warna menarik.

Proses pembersihan rumah, sebut Sumianto, telah dilakukan tiga hari sebelum lebaran. Meski tahun ini sejumlah kerabat dari Banten dan Jakarta tidak bisa pulang kampung, tradisi pembersihan rumah tetap dilakukan. Pembagian tugas oleh laki-laki melakukan pembersihan rumah, sementara kaum wanita membuat lauk dan hidangan untuk lebaran.

Masjid Al Istiqomah, Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan menyiapkan bilik disinfektan dan tempat cuci tangan untuk salat Idulfitri, Rabu (12/5/2021). -Foto: Henk Widi

“Tradisi pembersihan rumah orang tua sebagai bakti sekaligus ungkapan syukur dengan mengecat dinding rumah yang menjadi tempat kami menghabiskan masa kecil, meski sudah memiliki rumah masing-masing, anak hingga cucu tetap ikut terlibat dalam pembersihan rumah,” terang Sumianto, Rabu (12/5/2021).

Sumianto mengaku juga telah melakukan pembersihan rumah masing-masing. Selain pembersihan rumah, kegiatan ziarah dan membersihkan makam keluarga telah dilakukan pagi hari. “Menyambut suasana lebaran, menjadi momentum untuk membersihkan lahiriah dan batiniah. Penyiapan tempat cuci tangan, sabun, juga menjadi hal wajib merayakan lebaran kala pandemi Covid-19,” katanya.

Sementara itu, persiapan sarana ibadah juga dilakukan oleh sejumlah warga. Omon Budianto, kepala dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, menyebut rangkaian pembersihan area masjid menjadi tradisi rutin. Tiga hari sebelum lebaran, karpet dan sejumlah peralatan sembahyang di masjid dibersihkan. Ibadah pada masa pandemi Covid-19, sarana bilik disinfeksi, tempat cuci tangan telah disiapkan.

“Sesuai aturan pemerintah provinsi Lampung, salat Id di lapangan ditiadakan, sehingga masjid menjadi pilihan,”cetusnya.

Pembersihan masjid jelang lebaran juga dilakukan oleh remaja Islam Masjid (Risma) Nurul Jannah, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi. Susilo, salah satu warga, menyebut tradisi pembersihan area masjid dan fasilitas untuk berdoa rutin dilakukan. Beberapa bagian penting, di antaranya mimbar, karpet dicuci. Pembersihan dilakukan bertahap selama dua hari.

“Semua sekat kain, karpet dan tikar, diangkat lalu dicuci dan lantai dipel dengan air, serta disemprot disinfektan sesudahnya,” ulasnya.

Tradisi pembersihan area masjid sebagai tanda kesiapan menyambut lebaran. Seusai satu bulan penuh melakukan pembersihan hati, sikap dan menahan nafsu, pembersihan fisik tempat ibadah perlu dilakukan.

“Pembersihan area masjid sekaligus mempersiapkan salat Id dengan standar protokol kesehatan. Sebab, ibadah hanya diizinkan di masjid terdekat, termasuk pelaksanaan malam takbir,” pungkasnya.

IdulfitriLampungLamsellebaranMasjidrumah
Comments (0)
Add Comment