Bumbu Pala Menambah Cita Rasa Kuliner Lebaran Berbahan Daging

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Suasana lebaran yang istimewa kerap diiringi dengan sajian khas salah satunya daging. Olahan daging sapi, ayam hingga kerbau disajikan dalam bentuk opor, sate, gulai hingga rendang. Kelezatan rasa,  kekhasan aroma berbumbu pala jadi penambah kelezatan hidangan lebaran.

Suyatinah, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan memakai pala untuk bumbu. Bumbu pala atau Myristica fragrans disimpan oleh Suyatinah dalam wadah kedap udara. Ketahanan bumbu pala dengan penyimpanan baik akan menciptakan rasa, aroma khas pada olahan daging. Saat lebaran ia menyediakan sekitar 5 kilogram daging sapi bagian has dalam. Ia memilih mengolah daging sapi menjadi gulai, rendang hingga sate.

Agar daging yang diolah menjadi olahan lezat. Suyatinah menyebut melumuri daging dengan pala bubuk, kecap inggris, kecap manis. Setelah diberi taburan bumbu tersebut daging sapi didiamkan selama setengah jam agar meresap. Tambahan bumbu lain yang dipakai berupa daun jeruk, daun salam, cengkih, kapulaga, bawang merah, merica, lengkuas, kemiri

“Setelah daging sapi yang dipotong ukuran kecil didiamkan bersama dengan bumbu pala semua bahan bumbu lain akan disangrai hingga harum, setelah itu berikan tambahan santan kental untuk pengolahan daging sapi menjadi gulai dan diungkep hingga matang,” terang Suyatinah saat ditemui Cendana News, Sabtu (15/5/2021).

Pengolahan daging sapi memakai berbagai bumbu rempah dilakukan Suyatinah, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Sabtu (15/5/2021). -Foto Henk Widi

Olahan daging sapi sebut Suyatinah akan semakin lezat dengan adanya bumbu rempah. Kunci kelezatan olahan daging sebutnya berasal dari bumbu cengkih, pala dan kayu manis. Proses pemasakan yang lambat dengan api kecil menjadikan pemasakan merata kunci kelembutan daging. Pemberian bumbu pala untuk olahan daging sebutnya bisa menambah kehangatan saat menyantapnya.

Selain digunakan untuk olahan daging sapi menjadi gulai, semur. Suyatinah mengolah bagian daging, lemak dan tulang sapi menjadi sop. Proses pengolahan sop dilakukan dengan memakai bumbu rempah salah satunya pala. Agar lebih lezat bumbu pelengkap untuk membuat sop diberi tambahan daun bawang, seledri, garam dan merica.

“Semua bahan yang telah matang diberi tambahan kentang, wortel dan buncis serta merica bubuk dan pala,” ulasnya.

Pemberian bumbu pala sebut Suyatinah diberikan dalam bentuk biji. Pala yang dibelah menjadi empat potong pada sop daging, lemak dan tulang sapi akan memberikan aroma harum, pedas dan manis. Pemberian bumbu tersebut akan menghadirkan kuah yang lezat dan cocok disajikan selagi hangat sebagai hidangan bagi tamu saat lebaran. Agar lebih lengkap sajian diberi tambahan sate daging sapi yang telah dibakar.

Bumbu pala yang digunakan untuk sajian olahan kala lebaran memiliki beragam khasiat. Selain digunakan untuk penambah aroma, cita rasa buah pala yang masuk kategori rempah bermanfaat untuk kesehatan. Bumbu pala yang dihaluskan bisa menjadi taburan bagi kuah sop dan sate bagi penyuka rasa manis dan pedas. Khasiat menghangatkan badan membuat pala cocok disertakan pada hidangan lebaran.

“Sajian olahan daging dengan bumbu daging dalam sejumlah varian kuliner cocok untuk penghangat badan,” cetusnya.

Maria, salah satu penyuka olahan daging menyebut aroma khas bumbu pala meningkatkan selera makan. Ia mengaku memilih olahan daging saat lebaran dalam bentuk gulai dan semur. Disantap bersama ketupat olahan daging sapi yang diberi bumbu pala menggugah selera. Harum aroma buah pala dan rasa manis dan pedas berpadu di lidah.

Menyantap olahan daging lezat berbumbu rempah sebutnya juga berkhasiat kesehatan. Aroma terapi buah pala sekaligus jadi bumbu berfungsi menyegarkan tenggorokan. Setelah mengonsumsi olahan daging bumbu rempah, Maria menyebut tenggorokan lebih lega. Rasa pedas, manis yang dicecap pada lidah membuatnya menambah nasi sajian istimewa kala lebaran.

Bumbu PalakulinerLampungLamsellebaranOlahan Daging
Comments (0)
Add Comment