Kota Semarang Tambah Jumlah SMPN dan Sekolah Swasta Gratis

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Pemerataan kesempatan Pendidikan, sekaligus meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan, akan menambah jumlah sekolah untuk jenjang SMPN di sejumlah wilayah di kota tersebut.

“Ada beberapa kecamatan yang masih perlu penambahan sekolah, untuk jenjang SMPN. Misal, Genuk, Semarang Utara, Tembalang, Banyumanik dan Semarang Utara. Ini perlu ada kajian dulu, nanti kita lihat seberapa penting dan perlunya penambahan sekolah baru tersebut,” papar Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri saat dihubungi di Semarang, Kamis (6/5/2021).

Namun jika melihat sistem zonasi yang saat ini diterapkan, hingga peningkatan jumlah anak usia sekolah, penambahan tersebut diperlukan. Saat ini, sudah ada sebanyak 44 SMPN di Kota Semarang, yang tersebar di 17 kecamatan yang ada.

Di lain sisi, pihaknya juga akan menambah sekolah swasta gratis di Kota Semarang, dari jenjang TK-SD dan SMP.

“Saat ini telah berjalan sebanyak 80 sekolah swasta gratis, dan akan ditambah lagi dengan target sebanyak 150 sekolah. Sementara untuk sekolah negeri, baik TK, SDN dan SMPN di Kota Semarang, seluruhnya sudah gratis. Siswa tidak perlu membayar SPP atau biaya lainnya sampai lulus, karena sudah ditanggung Pemkot Semarang,” terangnya.

Gunawan memaparkan, alokasi anggaran sekolah gratis diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD) Kota Semarang. Dengan begitu, siswa yang belajar di sekolah yang ditunjuk tidak membayar alias gratis sampai lulus.

“Anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri, bisa memanfaatkan sekolah swasta yang sudah kita tunjuk. Tidak ada syarat khusus, bagi siswa yang ingin bersekolah di sekolah swasta yang ditunjuk. Asal warga Kota Semarang, bisa masuk ke sekolah yang sudah kami tunjuk dalam program sekolah swasta gratis. Untuk sekolah swasta ini, tidak ada sistem zonasi, jadi siswa bebas memilih,” terangnya.

Sedangkan untuk sekolah swasta yang ingin mengikuti program sekolah gratis tersebut, bisa mengajukan ke Dinas Pendidikan Kota Semarang. “Nanti ada persyaratan yang harus dipenuhi, selain itu juga ada visitasi sekolah oleh tim Disdik, baru akan diputuskan apakah diterima atau tidak,” tandasnya.

Di lain sisi, terkait persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), pihaknya juga berupaya mendorong para guru untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dengan berbagai macam kegiatan antara lain workshop, bimbingan teknis, dan karya ilmiah.

“Jadi meski saat ini tengah pandemi, namun tidak menjadi penghalang bagi para guru untuk meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik. Ini diharapkan, juga mampu berimbas pada peningkatan kemampuan guru penyampaian pembelajaran , dalam proses kegiatan belajar mengajar,” tandasnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, menambahkan, pendidikan, merupakan sektor yang vital dan wajib dikembangkan. Dengan pendidikan pula, penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter bisa dihasilkan.

“Kondisi pandemi ini, tidak menjadi penghalang kita dalam dunia Pendidikan, meski ada plus minusnya. Salah satu hikmahnya, saat ini semua jenjang pendidikan sudah merasa familiar dengan pengajaran daring,” terangnya.

Kini menghadapi kondisi new normal, dunia pendidikan juga ditantang untuk bisa mengkombinasikan pembelajaran luring dan daring.

“Untuk itu perlu kita persiapkan, salah satunya melalui uji coba PTM. Harapannya, PTM ini nantinya dapat dilaksanakan secara serentak pada Juli 2021 mendatang,” tandasnya.

Menurutnya, PTM harus dimulai diterapkan agar peserta didik yang masih dalam masa pertumbuhan, memiliki jaringan teman dan pengembangan budaya diri.

“Meski kondisi pandemi, kita juga pastikan seluruh kebijakan terkait pendidikan tetap berjalan. Termasuk sekolah gratis bagi sekolah swasta. Ini bertujuan untuk memberikan pemerataan pendidikan, hingga membantu meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.

JatengSekolah Gratissemarang
Comments (0)
Add Comment