Petani di Situbondo Keluhkan Tumpukan Sampah di Pintu Air Irigasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SITUBONDO — Sejumlah petani di wilayah Kelurahan Olean, Kecamatan Situbondo, Situbondo, Jawa Timur mengeluhkan adanya bekas bungkus makanan jenis sterofom yang menumpuk di sekitar aliran sungai dan irigasi. Selain membuat air kotor, sampah tersebut terkadang ikut masuk ke dalam sawah.

Rofik, saat ditemui di wilayah Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Rabu(12/5/21).- Foto Iwan Feri

“Saat pagi hari, tumpukan sampah sudah menumpuk di bendungan air disini. Padahal bendungan air ini nantinya dibuat untuk mengairi lahan sawah, baik milik saya pribadi dan milik para petani,” keluh salah satu petani, Rofik saat ditemui Cendana News, di wilayah Kelurahan Olean, Kecamatan Situbondo, Situbondo, Rabu (12/5/21).

Rofik menambahkan, dirinya tidak mengatahui asal muasal bekas bungkus makanan dari mana asalnya, karena lahan persawahan jauh dari pemukiman warga.

“Lokasi lingkungan pemukiman warga dengan tempat lahan pertanian cukup jauh jaraknya. Di sekitar area wilayah sini hampir menjadi tempat lahan pertanian, namun beberapa sampah sering kali menumpuk disini,” ucapnya.

Kondisi sampah yang kerap kali menumpuk pada aliran sungai di wilayah sawah pertanian, menjadi problem bagi para petani. Rofik menyebutkan, saat bendungan dibuka untuk keperluan mengairi sawah, harus dibersihkannya terlebih dahulu.

“Bendungan air yang akan dibuka untuk keperluan mengairi terkendala oleh sampah yang menumpuk. Sebelum bendungan air dibuka, saya seringkali membersihkan beberapa sampah, agar nantinya tidak mengotori lahan sawah, begitupun juga petani lainnya,”ungkapnya.

Penumpukan sampah lainnya terjadi di sekitar pinggir jalan tempat warga melintas. Ismail salah satu warga Desa Olean, Kecamatan Situbondo mengatakan, sudah sering kali tumpukan sampah dari hasil produksi rumah tangga menumpuk di sekitar jalan dan di pinggir aliran sungai.

“Saking banyaknya sampah yang menumpuk, membuat jalan kotor akibat sampah yang kocar kacir akibat angin, kadang juga jatuh ke dalam aliran sungai,” ucapnya.

Ismail menambahkan, tidak tahu asal muasalnya warga menjadikan tempat disini sebagai tempat pembuangan sampah. Karena sebenarnya memang bukan dijadikan tempat sebagai pembuangan sampah sementara.

“Untuk mengurangi tumpukan sampah, paling tidak nantinya dibakar, sehingga sisa dari debu pembakaran sampah terlihat semakin menumpuk. Seolah olah sebagai tempat pembuangan sampah,” tegasnya.

Jatimsitubondo
Comments (0)
Add Comment