UMKM di Bekasi Didorong Lebih Unggul melalui Berbagai Fasilitas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bekasi, Jawa Barat, didorong lebih unggul melalui berbagai fasilitas baik organisasi, pelatihan dan kemudahan transaksi, misalnya melalui marketplace atau platform.

Baru-baru ini, ada terobosan baru melalui wadah Olsamart yang mencoba menjembatani pelaku UMKM di Kota Patriot untuk menembus pasar dengan sasaran utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Olsamart mencoba bekerjasama dengan PT Telkom untuk menembus pasar penjualan produk UMKM dengan sasaran BUMN se-Indonesia. Tujuannya agar transaksi dari BUMN bisa tepat sasaran,” ungkap Ira Diah loka, Ketua Olsamart Kota Bekasi, Selasa (4/5/2021).

Ira Diah loka, Ketua Olsamart Kota Bekasi dijumpai Cendana News di tempat kerjanya, Selasa (4/5/2021) – Foto: Muhammad Amin

Ira berharap, Olsamart bisa menjadi wadah penghubung antara BUMN dan pelaku UMKM, agar transaksi dari BUMN bisa lebih cepat.

Diakuinya, dalam hal ini Olsamart tidak bekerja sendiri sebagai wadah UMKM di Kota Bekasi. Tapi, ikut melibatkan beberapa komponen lainnya seperti dinas terkait, OK OC, untuk bersama membangun proses transformasi menjadi terbarukan.

“Bersama membangun proses tranformasi menjadi UMKM yang baru, lebih unggul, untuk memberi kontribusi bagi kota Bekasi dan Indonesia membantu pemulihan ekonomi nasional,” tukas Ira.

Olsamart bersama beberapa komponen lainnya, juga saling mengisi mengarahkan pelaku UMKM memahami bisnis digital. Karena pasar sekarang mengarah ke proses transaksi marketplace.

“Targetnya mendorong ada transaksi pembelian melalui marketplace oleh BUMN, melalui pelaku UMKM yang tergabung dalam wadah Olsamart. Mulai dari belanja ATK, pembelian produk jasa, katering hingga makanan biasa, dibeli melalui Olsamart. Kami ini memiliki binaan dan klasifikasi. UMKM berkualitas bagi kami sebenarnya hanya perlu koneksi dalam menawarkan produk,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Kota Bekasi, Heriyanto, menyampaikan komitmen dalam menyokong kemajuan UMKM di Kota Bekasi. Bahkan dia berharap, ada pelatihan khusus bagi pelaku UMKM di wilayah setempat.

“Kadin tentunya akan mendorong dan mewadahi UMKM. Ada banyak produk yang sudah menjadi ikon di Kota Bekasi yang harus didorong baik dari sisi packing hingga pemasaran,” jelas Heriyanto.

Dia menilai, pelaku UMKM di bawah Kadin Kota Bekasi, masih lemah pada kemasan. Hal lain adalah soal teknologi atau digitalisasi. Untuk itu, harus terus ditingkatkan melalui pelatihan.

“Soal rasa khusus produk Mamin, misalnya, sudah sangat luar biasa, dan tak diragukan lagi. Tapi, untuk kemasan dan pemasaran digital masih kurang. Untuk itu, perlu perhatian tentunya,” imbuh Heriyanto.

Sementara itu, pegiat UMKM naik kelas di Kota Bekasi, Benny Tunggul, menegaskan, pemerintah selama ini terus mendukung UMKM. Menurutnya, pasar UMKM begitu luas melalui media sosial.

“Meski pemasaran UMKM rata-rata di Kota Bekasi masih melalui media sosial, tentu ini sudah sangat baik. Indonesia dikenal sebagai pengguna internet ketiga terbesar di dunia dengan durasi 8 jam satu hari. Artinya, peluang Indonesia jadi pelaku dan pasar UMKM begitu besar,” tukasnya.

bekasidigitalJabarmedsosPelatihanprodukUMKM
Comments (0)
Add Comment