Usaha Penggilingan Padi di Lamsel Kebanjiran Order Kala Panen Raya

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Masa panen raya padi di wilayah Lampung Selatan beri berkah bagi usaha jasa penggilingan. Meski usaha ini hanya dilirik sebagian orang, namun dapat memberikan hasil yang menjanjikan. 

Sumani, salah satu pemilik penggilingan padi, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan mengaku menyebutkan, dengan memanfaatkan lahan kosong miliknya ia memilih sistem alat menetap yang dikenal sebagai pabrik pengggilingan padi. Untuk memberi kenyamanan bagi pengguna jasa, ia memilih melakukan sistem jemput gabah milik petani.

Pemilik rata rata menggiling gabah sebanyak empat hingga enam karung sesuai kebutuhan. Sehari sebanyak 1 hingga 2 ton gabah bisa digiling dari puluhan petani untuk mendapatkan beras.

“Menjual jasa membuat pemilik penggilingan padi harus bisa memberi pelayanan terbaik, salah satu caranya dengan menjemput gabah milik petani dan mengantarnya saat sudah menjadi beras, sistem kepercayaan oleh pemilik gabah menjadi dasar termasuk dalam takaran saat menjadi beras,” ungkap Sumani saat ditemui Cendana News, Selasa (18/5/2021).

Satu karung berisi sebanyak 40 hingga 50 kilogram beras kering giling sebutnya menghasilkan 30 kilogram beras. Bagi pemilik penggilingan mendapat hasil beras 1 kilogram untuk setiap sepuluh kilogram beras.

Selain jasa penggilingan padi, Sumani menyebut menyediakan jasa penyimpanan atau gudang. Lokasi pabrik yang dibuat untuk penyimpanan gabah dimanfaatkan petani yang tidak memiliki ruangan. Rata rata petani bisa menyimpan 50 hingga 100 karung hasil panen. Sistem penyimpanan dicatat untuk memudahkan pendataan hingga waktu proses penggilingan.

“Jasa penyimpanan gabah tidak dipungut bayaran alias gratis karena sistem bagi hasil hanya dilakukan saat penggilingan,” ulasnya.

Saat kondisi normal, belum masa panen jasa penggilingan padi memberinya hasil sekitar 500 kilogram per bulan. Namun saat masa panen operasional penggilingan padi menghasilkan 1 hingga 2 ton beras.

Jasa alat penggiling padi atau dikenal seleb milik Nyoman, warga Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menjadi tumpuan petani yang jauh dari lokasi penggilingan padi, Selasa (18/5/2021). Foto: Henk Widi

Selain alat penggilingan padi sistem menetap, alat yang dimodifikasi juga menjadi salah satu usaha yang cukup menjanjikan. Nyoman, pemilik usaha penggilingan padi menyebut alat dimodifikasi dengan kendaraan dan dapat berkeliling ke sejumlah desa. Jasa penggilingan padi atau seleb sebutnya membantu petani yang jauh dari lokasi penggilingan padi. Meski dijalankan sendiri hasil rata rata mencapai 50 kilogram beras per hari.

“Jasa penggilingan padi dilakukan dengan sistem bagi hasil dalam bentuk beras yang bisa dijual,” ulasnya.

Murwanti, petani di Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang menyebut dimudahkan adanya jasa penggilingan padi keliling. Tanpa harus membawa gabah alat datang ke rumahnya untuk menggiling padi menjadi gabah. Ia bahkan bisa menelpon pemilik jasa penggilingan saat ia membutuhkan beras. Menggiling padi hasil panen dilakukan olehnya dengan pembagian 1 kilogram untuk pemilik alat setiap 10 kilogram beras yang digiling.

Lampunglampung selatanPenggilingan Pad
Comments (0)
Add Comment