Wajik Ketan Selai Nanas, Hidangan Lebaran ala Pedesaan Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Olahan berbahan ketan kerap jadi sajian kala lebaran Idul Fitri. Salah satu olahan ketan kuliner lebaran yang mulai langka namun dibuat warga Lampung Selatan adalah wajik ketan selai nanas.

Kue tradisional wajik ketan selai nanas kerap disebut dengan wajik Bandung. Berbeda dengan wajik kletik, wajik selai nanas khas Bandung lebih lembek, empuk.

Pembuat wajik ketan selai nanas, Suryati, warga Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan selalu membuatnya. Hidangan itu kerap disukai anak anak karena dibungkus kertas minyak warna warni. Sajian dalam kemasan plastik kerap menyerupai permen. Bahan yang digunakan untuk pembuatan wajik ketan selai nanas diperoleh dari hasil panen lahan sawahnya jenis ketan putih.

Selain bahan utama beras ketan putih, beberapa bahan yang disiapkan berupa gula pasir, kelapa yang telah dikupas, selai nanas, garam, kertas minyak. Tahapan pembuatan wajik diawali dengan mencuci beras ketan lalu direndam selama 5-8 jam. Kukus beras ketan dalam dandang hingga matang sekitar seperempat jam. Ketan yang dikukus bertujuan membuat lunak dan lengket.

“Setelah ketan matang tahap selanjutnya didinginkan, sembari menunggu pendinginan kelapa parut yang telah dibersihkan lalu disangrai hingga berwarna kecoklatan, angkat dan sisihkan sebagai campuran saat proses pengadukan semua bahan,” terang Suryati saat ditemui Cendana News, Sabtu (15/5/2021).

Suryati, membuat wajik ketan selai nanas yang digunakan sebagai hidangan saat lebaran di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Sabtu (15/5/2021). -Foto Henk Widi

Setelah bahan beras ketan siap, parutan kelapa disangrai tahap selanjutnya menyiapkan selai nanas. Bahan selai nanas kerap telah dibuat sepekan sebelumnya sebagai bahan pembuatan kue nastar. Selain untuk bahan kue nastar, selai nanas juga dipersiapkan untuk campuran wajik. Bahan beras ketan lalu dituangkan dalam wajan ukuran besar dengan api sedang.

Bahan lain berupa selai nanas, parutan kelapa sangrai, gula pasir dituang dalam wajan. Aduk semua bahan secara perlahan hingga tercampur merata. Tambahkan sedikit air panas agar bahan ketan tidak menggumpal. Agar rasa lebih nikmat sesuai selera bisa ditambahkan dengan cengkeh dan kayu manis. Semua bahan itu berguna untuk menciptakan aroma harum wajik yang dibuat.

“Aduk rata semua bahan hingga mengental agar tidak lengket pada wajan gunakan api sedang hingga semua bahan tercampur sempurna,” ulasnya.

Setelah semua bahan matang, siapkan kertas minyak ukuran kecil sebagai pembungkus. Proses pengemasan wajik ketan selai nanas sebaiknya dilakukan saat kondisi panas. Gunakan sendok sesuai ukuran untuk membungkus wajik ketan selai nanas. Setelah dikemas selanjutnya letakkan pada tampah atau wadah terbuat dari bambu. Diamkan pada tempat yang sejuk sebelum dimasukkan dalam toples.

Suyatinah, warga lain yang membuat wajik ketan selai nanas di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menjadikan kue itu menu wajib. Sebutan wajik ketan selai nanas sebutnya untuk membedakan dengan wajik kletik. Wajik kletik sebutnya memiliki tekstur lebih keras dan garing. Sementara wajik ketan selai nanas lebih lunak, lembut dan cenderung basah oleh bagian selai nanas.

“Karena memakai bahan selai nanas, parutan kelapa sangrai membuat wajik lebih lembut dengan rasa manis dan aroma wangi nanas,” ulasnya.

Agar lebih bervariasi, Suyatinah menyebut kerap memberi tambahan warna. Warna yang digunakan berupa perwarna alami merah, hijau dan kuning serta putih alami. Pemberian warna semakin menarik dengan kemasan kertas minyak warna warni. Warna menarik tersebut kerap disukai oleh anak anak saat suasana lebaran. Beberapa anak bahkan kerap membawa bekal wajik ketan selai nanas saat berkeliling untuk silaturahmi.

Wira Perdana yang diajak sang ayah, Purwanto, mengaku menyukai wajik selai nanas. Wajik yang dikenal dengan wajik Bandung ungkapnya memiliki tekstur lembut, meski lengket di tangan namun aroma wangi, rasa manis seperti permen. Wajik ketan selai nanas menurutnya hanya ditemukan saat lebaran Idul Fitri. Ia bahkan kerap membawa wajik ketan selai nanas sebagai oleh oleh dari kerabat yang dikunjungi.

kulinerLampungLamsellebaranWajik Ketan Selai Nanas
Comments (0)
Add Comment