Warga Semarang Diminta Waspada Covid-19 Klaster Keluarga

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Angka penyebaran Covid-19 di Kota Semarang terus melandai, meski dari segi jumlah masih cukup banyak. Dari data siagacorona.semarangkota.go.id per 13 Mei 2020 pukul 17.00 WIB, menunjukkan angka 248 pasien positif dari kota Semarang dan 107 pasien dari luar kota Semarang, sehingga total Covid-19 aktif sebanyak 355 kasus.

“Dari segi tren, angka penyebaran Covid-19 di Kota Semarang sudah mulai melandai, angkanya bahkan terus turun. Namun di satu sisi perlu diwaspadai juga, bahwa bukan berarti Covid-19 sudah selesai. Pandemi ini masih ada, jadi kita minta masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan (prokes),” papar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di rumah dinas Wali Kota, yang saat ini difungsikan sebagai rumah isolasi Covid-19 di Kota Semarang, Kamis (13/5/2021).

Termasuk menerapkan disiplin prokes dalam keluarga, sebab saat ini sudah terjadi pergeseran klaster Covid-19, dari perkantoran atau pabrik ke arah klaster keluarga.

“Jadi, ada ayah atau ibu yang kena lalu menularkan ke anak dan saudara lainnya, atau sebaliknya dari anak, kemudian menularkan ke ayah ibu saudara kakek nenek dan lainnya. Penularan ini relatif cepat karena mereka tinggal serumah, saling berinteraksi bersama,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Termasuk selama perayaan Hari Raya Idulfitri, di mana keluarga besar saling berkumpul bersama, atau tetangga saling berkunjung atau silaturahmi.

“Kita tidak ingin memutus tali silaturahmi, apalagi dengan saudara atau tetangga, namun kami minta agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Termasuk dengan tetap memakai masker, mencuci tangan dengan sabun hingga menjaga jarak,” tandasnya.

Sementara terkait percepatan proses vaksinasi Covid-19, sejauh ini sebanyak 415 ribu warga Kota Semarang sudah mengikuti vaksinasi, termasuk para lansia yang menjadi prioritas pada tahap dua vaksinasi.

“Masih sekitar 415 ribu warga Kota Semarang yang sudah divaksinasi, memang belum ada separuh dari total 1,7 juta penduduk Kota Semarang. Namun kita optimis, vaksinasi untuk warga segera bisa menyeluruh,” terangnya.

Hal tersebut didukung dengan terobosan-terobosan untuk mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam. Dijelaskan, pada tahap I vaksinasi diikuti oleh tenaga kesehatan, sementara pada tahap II, untuk TNI/Polri, petugas publik, tenaga pendidik guru dan dosen dan lansia.

“Masyarakat umum belum, karena saat ini masih pada tahap II, yang prioritasnya lansia. Untuk itu kita lakukan percepatan, termasuk dengan program vaksinasi drive thru hingga jemput bola dengan mendatangi masyarakat, khususnya lansia dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19,” terangnya.

Hakam juga mengajak masyarakat lansia di Kota Semarang, untuk bisa segera mendaftarkan diri melalui laman victori.semarangkota.go.id.

“Silakan ikuti langkah-langkahnya dan persyaratannya. Pendaftaran vaksinasi lansia diperuntukkan bagi warga Kota Semarang atau yang tinggal dan ber-KTP Kota Semarang, serta usia lebih dari 60 tahun,” tandasnya.

Sementara bagi warga Semarang kategori umum nonlansia, juga dapat mengikuti vaksinasi Covid-19, namun dengan syarat mengajak dua orang lansia untuk ikut serta. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Semarang, seperti puskesmas dan rumah sakit, hingga layanan drive thru di halaman Balai Kota Semarang.

CovidJatengkeluargaklastersemarang
Comments (0)
Add Comment