48 Kasus Kematian Covid-19 Terjadi di Kabupaten Banyumas Selama Juni

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Meskipun sempat mereda pada awal tahun 2021, namun kasus kematian Covid-19 terus mengalami peningkatan di Kabupaten Banyumas. Pada Juni ini, sampai dengan Kamis (17/6/2021), tercatat sudah 48 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, pada Juni ini, angka kematian Covid-19 meningkat dibanding bulan sebelumnya. Dari data Dinkes Kabupaten Banyumas, pada Mei jumlah kematian ada 46 kasus dan memasuki minggu ketiga Juni, angka kematian sudah mencapai 48 kasus.

“Ada peningkatan kasus kematian, seiring dengan bertambahnya kasus positif Covid-19. Pada Juni ini, kasus kematian paling banyak pada 15 Juni kemarin, dalam satu hari ada sembilan orang yang meninggal dunia. Kemudian pada 10 Juni ada tujuh orang yang meninggal dan kemarin Rabu dan Kamis (16-17 Juni), dalam satu hari ada empat orang yang meninggal dunia,” jelasnya, Jumat (18/6/2021).

Lebih lanjut Sadiyanto memaparkan, sepanjang  2021 ini, mulai Januari hingga 17 Juni, tercatat ada 366 orang yang meninggal dunia. Kasus meninggal terbanyak masih pada Januari, sebanyak 135 orang, kemudian Februari ada 71 orang dan Maret mengalami penurunan, tercatat 27 orang.

“Mulai April, kasus kematian kembali naik, ada 39 dan terus naik. Pada Mei, ada 46 orang meninggal dunia dan Juni ini juga naik kembali,” katanya.

Menurut Kadinkes, kenaikan angka kematian di Banyumas ada hubungannya dengan munculnya varian baru Covid-19 di beberapa kabupaten di Jawa Tengah. Sebab, ada beberapa warga Banyumas yang diketahui positif Covid-19 sepulang dari wilayah tersebut, misalnya Kudus.

“Ada lima orang warga Banyumas yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah pulang dari Kudus. Ini tentu menjadi perhatian kita, karena varian baru itu nyata ada dan harus kita waspadai, jangan sampai abai untuk menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Banyumas, Achmad Husein menyatakan, sebanyak 25 warga Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas terkonfirmasi positif Covid-19. Kasus berawal dari beberapa warga yang baru bepergian ke Kudus dan Jepara, dimana dua kabupaten tersebut merupakan zona merah di Jateng. Dari hasil tracing terhadap 36 warga, sebanyak 25 orang dinyatakan positif.

“Saat ini di wilayah tersebut sudah diberlakukan mikro lockdown mulai Minggu (13/6/2021) kemarin sampai dengan 27 Juni nanti,” kata Bupati.

BanyumasJateng
Comments (0)
Add Comment