Cuaca Buruk, Pasokan Ikan Laut di Teluk Betung Bandar Lampung Berkurang

Editor: Maha Deva
LAMPUNG – Cuaca buruk, berupa angin kencang dan gelombang pasang, berdampak pada pasokan ikan laut di pasar Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung. Sulitnya mendapatkan ikan, menjadkan harga sejumlah ikan naik di kisaran Rp3.000 hingga Rp10.000 perkilogram.
Hariyanti, pedagang ikan laut di pasar Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung menyebu, kenaikan tersebut masih termasuk katagori wajar. Menurutnya, kurangnya pasokan ikan laut belum berdampak signifikan pada pasokan untuk usaha kuliner berbahan ikan laut di Lampung. Pelaku kuliner seafood di kawasan Teluk Betung tetap beroperasi. Hanya saja, jenis ikan kakap putih, kakap merah, kerapu jumlahnya terbatas. Stok yang tersedia untuk tuna, tongkol, kuniran, selar, baji baji, ekor kuning, simba, tengkurungan.
Berbagai jenis ikan laut tersebut dijual mulai harga Rp20.000 hingga Rp50.000 perkilogram. Karena oembelian yang diterima hanya dalam jumlah sedikit, pedagang seperti Hariyanti, menjual ikan miliknya ke saha ikan giling, untuk memenuhi pasokan usaha pempek, tekwan, bakso ikan.
Tekwan ikan tenggiri buatan Hamdani, berbahan baku daging ikan giling yang dibeli dari pasar Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung, Sabtu (19/6/2021) – foto Henk Widi

“Sejak lima hari terakhir angin berhembus kencang, hanya ada beberapa kapal nelayan ukuran besar yang melaut dan tangkapan terbatas selama musim angin barat, sebagian ikan laut diperoleh dari kiriman pelabuhan perikanan Labuhan Maringgai di pantai timur,” terang Hariyanti kepada Cendana News, Sabtu (19/6/2021) sore.

Berkurangnya pasokan ikan laut diakui, mang Sumardi, pengusaha ikan giling di Pasar Gudang Lelang. Stok ikan giling berbahan ikan kiter, ekor kuning, baji baji, tenggiri, saat ini masih disediakan olehnya. Pasokan bahan baku ikan giling diperoleh dari Pelabuhan Perikanan di Lempasing, Teluk Betung Barat. Saat pasokan berkurang, ia masih bisa mendatangkan ikan dari Pelabuhan Perikanan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. “Meski pasokan daging ikan giling berkurang, kami belum menaikkan harga, apalagi pelanggan setia harga tetap sama,” ulasnya.
Berbagai ikan giling disebut mang Sumardi, dijual dari harga Rp33.000 perkilogram, untuk ikan kiter. Ikan baji baji giling dijual Rp25.000 perkilogram, ikan ekor kuning giling dijual Rp30.000 perkilogram. Ikan tenggiri giling dijual Rp100.000 perkilogram, dan sebagian ikan campuran, dijual seharga Rp25.000 perkilogram.
Kenaikan harga akan tyerjadi signifikan, saat hasil tangkapan sedikit. Sementara itu, meski cuaca buruk sebagian nelayan masih bisa melaut mendapat hasil tangkapan. Pasokan ikan giling yang masih lancar, meski cuaca perairan kurang bersahabat diakui Hamdani, seorang pedagang tekwan di Jalan Raden Intan, Tanjung Karang, Bandar Lampung.
Hamdani memilih membeli ikan giling sebanyak tiga kilogram, untuk bahan tekwan. Ikan tenggiri giling menjadi bahan utama pembuatan tekwan. Namun saat bahan tersebut tidak bisa dperoleh, ia memilih alternatif ikan kiter giling. Cita rasa tekwan menurutnya akan semakin lezat dengan memakai ikan tenggiri. Namun untuk efesiensi bahan baku ikan kiter jadi pilihan baginya.
Bandar LampungCuaca burukLampungnelayanTeluk Betung
Comments (0)
Add Comment