Gerbang Sekolah Harus jadi Area ‘Screening’ Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Koordinator Data Kawal Covid-19, Ronald Bessie mengingatkan, agar sekolah dapat secara teliti mempersiapkan berbagai infrastruktur pendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, yang dijadwalkan akan dimulai pada Juli mendatang.

Menurut Ronald, hal penting yang patut diperhatikan oleh sekolah adalah menjadikan gerbang masuk sebagai area screening. Pasalnya, awal dari semua kegiatan di sekolah akan dimulai dari gerbang masuk tersebut.

“Di sana harus dipastikan baik guru maupun siswa menggunakan masker secara benar. Kemudian di sana juga harus selalu dicek suhu tubuh, jika melebihi 37,3 derajat, maka yang bersangkutan harus terlebih dahulu diisolasi di ruang terpisah,” kata Ronald dalam webinar bertajuk Tips Penting Prokes Fisik Sekolah Saat PTM, diikuti Cendana News, Kamis (3/6/2021).

“Bagi yang suhu tubuhnya di bawah itu, segera diarahkan untuk mencuci tangan dan langsung masuk ke kelas,” sambung Ronald.

Selain itu, Ronald juga mengimbau agar sekolah menyiapkan petugas yang selalu berjaga untuk mencegah atau membubarkan apabila terjadi kerumunan di area sekolah.

“Memang prokes di sekolah harus ketat, kita tentu tidak ingin sampai terjadi transmisi di sekolah. Kita sudah lelah dengan PJJ, jadi mau tidak mau, prokes ketat semacam ini harus kita turuti dan patuhi,” tandasnya.

Selanjutnya, untuk ruangan kelas, Ronald menyebut, agar meja bisa direnggangkan minimal sepanjang 1,5 meter antar siswa. Dan setiap anak diwajibkan tetap duduk di tempat yang sama.

“Lalu jendela harus dalam keadaan terbuka agar sirkulasi udara lebih baik. Simpan semua kursi yang tidak digunakan di tempat lain, agar suasana menjadi longgar dan tidak pengap,” tukas Ronald.

Di forum yang sama, Grace Suryani yang juga bagian dari Tim Kawal Covid menambahkan, bahwa di masa pandemi seperti ini, sekolah yang melaksanakan PTM harus selalu dalam kondisi siaga Covid-19.

“Sekolah ini bukan hanya guru dan staf sekolah, tapi semua terlibat di sana, mulai dari orang tua, murid, vendor (petugas makanan), Puskesmas, serta RT dan RW,” ucapnya.

Grace menegaskan, bahwa semua stake holder itu memiliki tanggungjawab serta tugas yang sama untuk menciptakan sekolah siaga Covid-19.

“Ada tiga elemen sekolah siaga itu, pertama menciptakan interaksi rendah risiko, kemudian menjalin komunikasi yang baik dalam hal aturan, penegakan serta pelaporan. Terakhir menghadirkan infrastruktur protokol kesehatan yang lengkap dan memadai,” pungkas Grace.

CovidelemenGerbangJabarProkesSekolahSiaga
Comments (0)
Add Comment