Inovasi Lahan Hijau di Rumah dengan Memanfaatkan Limbah Sabut Kelapa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Komunitas Perempuan Tangguh Nasional (Kompeten) Kota Bekasi, Jawa Barat, menebarkan solusi gaya hidup hijau memanfaatkan limbah sabut kelapa untuk tanam hias Kokedema di wilayah perkotaan.

Kokedema dikenal juga sebagai bola lumut, merupakan seni tanaman hias di jepang yang diganti dengan limbah sabut kelapa. Kompeten terus berbagi kebaikan dengan memberi pelatihan bagi ibu rumah tangga hingga disabilitas di wilayah Kota Bekasi.

“Kokedema ini tidak lebih dari kerajinan tanaman hias dengan menggunakan limbah sabut kelapa,” ungkap Inaraya, Ketua Komunitas Perempuan Tangguh Nasional Kota Bekasi, di sela-sela memberi pelatihan puluhan perempuan kepala keluarga, disabilitas dan umum, Rabu (23/6/2021).

Dikatakannya, saat ini Kokedema teknik pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi gaya hidup sehat menuju go green, di wilayah perkotaan yang memiliki lahan terbatas. Bahkan ini juga mampu memberikan penghasilan jika ditekuni.

Kedepannya, lanjut Inaraya anggota Komunitas yang telah mahir membuat Kokedema, akan diarahkan untuk bergabung di komunitas UMKM di bawah binaan Pemkot Bekasi. Sehingga mereka bisa mendapatkan pelatihan tata cara dalam pemasaran dan mencari peluang pasarnya.

Dijelaskannya, Kokedema merupakan cara praktis yang bisa digunakan untuk menghijaukan lingkungan rumah. Teknik itu sendiri adalah turunan dari cara bonsai di pot tapi diganti dengan bahan ramah lingkungan seperti limbah sabut kelapa.

“Ini sudah banyak ditemukan di rumah sebagai dekorasi pada ruang tertentu. Dari segi kesehatan juga bisa membersihkan udara dan mempercantik ruangan sebagai interior, karena hanya memerlukan air sedikit untuk penyiraman,” tukasnya.

Kompeten Kota Bekasi, memberikan pelatihan Kokedema, teknik pemanfaatan limbah sabut kelapa untuk penghijauan lingkungan rumah. Teknik ini alternatif bagi lahan terbatas untuk dekorasi rumah, Rabu (23/6/2021). Foto: Muhammad Amin

Sementara itu, Benny Tunggul dari TWUP4 Kota Bekasi, selama ini fokus di bidang UMKM mengatakan, saat ini ada 500 perempuan kepala keluarga jadi binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi. Melalui pelatihan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi Kokedema diharapkan memberi kemandirian dalam kehidupan keluarga para perempuan kelapa keluarga itu sendiri.

“Secara bertahap mereka yang berada di bawah binaan DP3A Kota Bekasi, akan diberi pelatihan dan ini ada juga disabilitas, dan umum sebagai pesertanya. Setelah mahir membuat Kokedema mereka akan dimasukkan dalam UMKM,” papar Benny.

Selama pandemi ini, banyak ibu rumah tangga berkegiatan di kebun, atau mendekorasi halaman rumah dengan berbagai tanaman. Sehingga Kokedema ini akan menjadi alternatif penghijauan dan bisnis baru tentunya.

bekasiJabarjawa barat
Comments (0)
Add Comment