Kredit Perbankan Percepat Pemulihan UMKM di Masa Pandemi

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Peningkatan porsi penyaluran kredit perbankan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat menjadi solusi untuk pemulihan ekonomi nasional.

Wakil Direktur Eksektif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, mengatakan, kredit perbankan dapat menjadi  instrumen yang dapat mendorong sektor UMKM berkembang selama pandemi Covid-19 melanda. Maka, pemerintah harus memperbesar porsi kredit untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Peningkatan porsi penyaluran kredit perbankan untuk sektor UMKM, menurutnya bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Karena upaya ini dapat memberikan efek untuk meningkatkan kegiatan ekonomi dan menyerap lapangan pekerja.

Direktur Utama BRI, Sunarso pada webinar bertajuk Saatnya UMKM Bangkit di Jakarta yang diikuti Cendana News, Senin (19/4/2021). –Dok: CDN

Apalagi, rata-rata skala usaha mereka adalah bisnis skala rumah tangga. Sehingga dengan tambahan modal bisa digunakan untuk membeli bahan baku hingga menolong ekonomi keluarga, dan memperjakan kembali karyawannya.

“Kalau pemerintah ingin meningkatkan aktivitas ekonomi, maka solusinya harus memperbesar porsi kredit UMKM,” ujar Eko, kepada Cendana News saat dihubungi Selasa (29/6/2021).

Dengan porsi kredit yang diperbesar, kata Eko, perputaran usaha pelaku UMKM bisa lebih cepat menaikkan produksinya. Bahkan, dimungkinkan bisa langsung bersentuhan dengan penyerapan tenaga kerja.

Namun demikian, kata dia, dengan kenaikan porsi penyaluran kredit, maka diperlukan kebijakan insentif dari perbankan kepada pelaku UMKM.

Kebijakan itu bisa dalam bentuk pendampingan untuk mendorong UMKM ke level yang layak didanai perbankan. Karena menurutnya lagi, kalau pelaku UMKM tidak dibimbing, sangat mungkin usahanya akan selalu kecil.

“Ya kalau tidak dapat bimbingan dan pendampingan, UMKM bisa jadi sasaran berbagai bentuk pembiayaan ilegal yang justru membuatnya terpuruk,” tukasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kredit perbankan dapat menjadi instrumen yang dapat mendorong sektor UMKM berkembang. Kalau UMKM dikelola dengan baik dengan berbagai insentif dan kebijakan yang tepat, dipastikan UMKM tersebut dapat menjadi tulang punggung percepatan pemulihan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Utama BRI, Sunarso, mengatakan pihaknya telah menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM sebesar Rp914,19 triliun hingga Maret 2021.

Angka tersebut, menurutnya menunjukkan perbaikan penyaluran kredit dibanding periode Maret 2020. Yakni, porsi UMKM mencapai 78,71 persen.

“Target kami meningkatkan porsi penyaluran ini mencapai 85 persen dari portofolio kredit UMKM saat ini sebesar 80,60 persen,” ujar Sunarso.

DKIIndefJakartakreditpandemiPerbankanUMKM
Comments (0)
Add Comment