Lima Rusun Bagi Masyarakat Yogyakarta Diselesaikan Kemen PUPR

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah menyelesaikan lima rumah susun atau rusun, bagi masyarakat di Yogyakarta.

“Ini merupakan bukti nyata, bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam di Jakarta, Senin (28/6/2021).

Dia mengatakan, pembangunan rusun di samping untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), mahasiswa, santri di pondok pesantren. Juga dilakukan untuk anggota TNI dan Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN). Diharapkan, dengan penyediaan hunian yang layak berupa rusun, dapat memberikan kontribusi nyata bagi produktivitas ASN dalam bekerja.

Kementerian PUPR terus meningkatkan penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat melalui Program Rumah Susun (rusun). Pada Tahun Anggaran (TA) 2020, telah selesai dibangun 823 unit rusun. Dilanjutkan pada TA 2021, dibangun sebanyak 9.799 unit.

Di DI. Yogyakarta, Kementerian PUPR di 2020-2021, telah menyelesaikan pembangunan lima rusun. Empat diantaranya merupakan rusun untuk lembaga pendidikan, Rusun Asrama Mahasiswa PIAT Universitas Gadjah Mada (UGM), Rusun Pondok Pesantren Ali Maksum, Rusun Pondok Pesantren Mualimin Muhammadiyah, dan Rusun Asrama Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sedangkan satu rusun lainnya yang dibangun merupakan Rusun ASN Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.

Rumah Susun Asrama Mahasiswa PIAT UGM, dibangun sebanyak 1Tower yang terdiri atas 43 Unit. Pekerjaan pembangunan fisiknya dimulai sejak September 2020 hingga April 2021 dengan biaya APBN TA 2020 sebesar Rp14,4 miliar. Rusun ini ditujukan untuk memberikan tempat tinggal atau hunian bagi mahasiswa dan peneliti PIAT UGM.

Selanjutnya terdapat Rusun Pondok Pesantren Ali Maksum yang dibangun dengan tipe barak santri, sebanyak satu Tower terdiri atas 8 Unit. Pekerjaan pembangunan fisiknya sejak September 2020 hingga Maret 2021 dengan biaya APBN TA 2020 sebesar Rp7,95 miliar. Rusun ini bertujuan untuk memberikan tempat tinggal atau hunian bagi santri pondok pesantren, sehingga memudahkan mereka dalam mengikuti proses belajar.

Rusun lainnya yang selesai dibangun di Yogyakarta adalah Rusun Pondok Pesantren Mualimin Muhammadiyah, sebanyak satu tower yang tediri atas 86 unit. Pekerjaan pembangunan fisiknya dimulai sejak September 2020 dan selesai pada Mei 2021 dengan biaya APBN TA 2020 sebesar Rp22,83 miliar. Rusun lembaga pendidikan yang juga sudah selesai dibangun di Yogyakarta adalah Rusun Asrama Mahasiswa UNY sebanyak satu tower terdiri atas 43 Unit. Pembangunan fisiknya dimulai sejak Februari 2020 dan selesai pada Maret 2021 dengan biaya APBN TA 2020 sebesar Rp15,79 miliar.

Terakhir, rusun yang juga telah selesai dibangun adalah Rumah Susun ASN BBWS Serayu Opak sebanyak satu Tower, terdiri atas 68 Unit yang ditujukan untuk para ASN yang bertugas dari luar daerah dan belum memiliki tempat tinggal. Pekerjaan pembangunan fisiknya dimulai sejak September 2020 dan selesai pada Juli 2021dengan biaya APBN TA 2020 sebesar Rp52,86 miliar.

Setiap unit rusun dilengkapi dengan furnitur berupa tempat tidur utama, tempat tidur susun, sofa, lemari, meja dan kursi. Pada rusun juga terdapat sarana pendukung, seperti ruang serbaguna, ruang pengelola dan musala. (Ant)

DIYJakartakemen puprlembaga pendidikanMualimin Muhammadiyahpondok krapyakrusunUGMUNY
Comments (0)
Add Comment